TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Tepat pukul 12.30 WIB, Rabu (29/4/2026), pintu kaca di teras Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, terbuka.
Sosok wanita dengan balutan busana hitam, kerudung brokat bertepi renda hitam, dan rompi tahanan oranye mencolok melangkah keluar.
Pantauan wartawan Tribunnews.com Ilham Rian Pratama, sang wanita tersebut adalah Fadia Arafiq.
Ia Bupati Pekalongan yang kini menjadi penghuni rutan KPK.
Langkahnya didampingi oleh seorang petugas kepolisian yang menjaga ketat di belakangnya.
Di tengah kerumunan wartawan yang menanti, Fadia tidak mengucapkan sepatah kata pun.
Namun, satu hal yang paling mencuri perhatian dari balik kerudungnya adalah senyumnya.
Fadia terus mengumbar senyum tipis yang membingungkan ke arah awak media, meskipun suasana di sekelilingnya tegang.
Hening di Tengah Sorotan
Senyum Fadia itu bertahan di wajahnya dari awal pintu terbuka hingga dia memasuki mobil tahanan.
Pertanyaan-pertanyaan dari wartawan mengenai kelanjutan kasusnya seolah mental dari wajahnya yang tetap tersenyum.
Pemandangan ini sangat kontras dengan kepastian realitas hukum yang baru saja dihadapinya di dalam gedung.
Berdasarkan informasi, Fadia baru saja menandatangani berkas perpanjangan masa penahanan untuk beberapa hari ke depan, serta surat penyitaan aset-aset terkait kasusnya.
Hening tanpa sepatah kata pun, hanya senyum itu yang dia berikan kepada dunia di tengah penderitaan hukumnya yang tak kunjung usai.
Kilas Balik OTT
Baca tanpa iklan