“Koperasi desa ini bukan usaha perorangan, tapi usaha bersama rakyat,” ujarnya.
Menurutnya, koperasi desa juga berperan dalam menekan harga kebutuhan pokok, menyediakan akses kredit berbunga rendah, serta menjadi offtaker hasil produksi masyarakat sehingga praktik tengkulak dapat ditekan.
“Kalau konsumsi rumah tangga meningkat, maka pertumbuhan ekonomi juga akan terjadi,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia koperasi. Hingga kini, sekitar 160 ribu pengurus telah dilatih dari total kebutuhan sekitar 640 ribu orang.
Sosialisasi ke Kampus
Panel menjelaskan, kehadirannya di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara merupakan bagian dari upaya pemerintah menyosialisasikan program strategis kepada kalangan akademik.
Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam mendukung keberhasilan program nasional.
“Ini penting untuk kita sampaikan ke kalangan kampus, karena kampus punya peran penting untuk bersama-sama menyukseskan program strategis pemerintah,” ujarnya.
Dalam paparannya, Panel juga menyebutkan bahwa implementasi Kopdes Merah Putih mencakup sejumlah variabel kunci yang harus disiapkan sebelum masuk tahap operasionalisasi bisnis.
Program ini, lanjutnya, diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan ekonomi desa, termasuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sistem usaha bersama berbasis koperasi.
Rektor UMSU Akrim menegaskan komitmen kampus untuk mendukung program pemerintah, termasuk melalui penguatan peran alumni.
Menurutnya, UMSU siap menjadi bagian dari penggerak program prioritas nasional, sejalan dengan visi pembangunan pemerintah.
“Saat ini sedang dibuka penerimaan kepala koperasi Merah Putih. Kami mengajak semua pihak, khususnya alumni, untuk turut menyukseskan program Presiden,” ujarnya.
Baca tanpa iklan