News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bibit Waluyo Sentil Pemimpin Tak Jujur: Kalau Neko-neko Tak Thuthuki Nanti

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mantan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, mengukuhkan kepengurusan Pusat Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perpukadesi) periode 2026-2031 di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Perpukadesi, Bibit Waluyo, melontarkan kritik terhadap fenomena pemimpin daerah yang terjerat masalah hukum dalam acara pengukuhan pengurus periode 2026-2031 di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).

Mantan Panglima Kostrad ini memperingatkan para kepala daerah untuk menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan wewenang.

Baca juga: Bibit Waluyo Bikin Organisasi Baru Perpukadesi, Pelantikan Dihadiri Tito Karnavian hingga Sutiyoso

Ia menegaskan pihaknya akan mengawal moralitas organisasi purnabakti yang dipimpinnya dengan tindakan tegas.

"Kehadiran kita itu dipanggil dari lubuk hati yang dalam, yang bersih nggak ada pamrih apa-apa bapak, nggak usah khawatir, Bibit Waluyo yang jamin. Kalau yang neko-neko tak thuthuki (macam-macam akan saya hajar) nanti," tegas Bibit.

Bibit mengaku prihatin melihat rentetan masalah yang menimpa beberapa kabupaten di Jawa Tengah baru-baru ini.

Ia menyebutkan kondisi di Pati, Pekalongan, hingga Cilacap sebagai refleksi kepemimpinan yang perlu dievaluasi.

"Hari ini Kabupaten Pati ada masalah, udah kita dengar kok kaya ngono, ya wislah. Nggak lama lagi Kabupaten Pekalongan ada masalah. Pati belum selesai Pekalongan ada masalah, muncul lagi di Cilacap ada masalah. Itu pemimpin apa pemimpin kaya begitu?" ujarnya.

Ia memaparkan empat kriteria mutlak yang harus dimiliki seorang pemimpin agar dapat dipercaya rakyat. Kriteria tersebut mencakup kecerdasan, ketaatan hukum, kejujuran, dan kepedulian.

"Pemimpin itu harus ada empat ini pinter, pener, bener dan kober. Pinter, harus pinter, pemimpin itu harus pinter karena sumber inspirasi adalah pemimpin. Pener, taat hukum pemimpin jangan ngakali hukum, hukum untuk kita semua siapa pelanggar hukum," jelas mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemimpin harus menjadi teladan dan memiliki respons cepat terhadap penderitaan rakyat. Menurutnya, pemimpin wajib hadir saat rakyat membutuhkan bantuan, seperti dalam kondisi bencana banjir atau kesulitan ekonomi.

Baca juga: Kasus Dugaan Penganiayaan Perempuan di Makassar, Anak Kepala Daerah Dilaporkan

"Bener, pemimpin itu harus jujur, harus digugu ditiru oleh semua rakyatnya, semua lapisan masyarakat. Yang keempatnya peduli, kober itu peduli. Peduli itu respek, respon wah rakyatku kok kaya ngono piye aku kudu dibantu opo toh yo mesakke lah," imbuhnya.

Bibit Waluyo juga berpesan kepada para kepala daerah aktif maupun purnabakti untuk mengutamakan musyawarah daripada konflik kepentingan yang merugikan stabilitas negara.

"Jangan sering cekcok, berpikiran yang bersih, ucapan yang bersih, hati yang bersih untuk bangsa dan negara kita. Jangan sithik-sithik maido, sithik-sithik ngoreksi, sithik-sithik lancang kepada pimpinan, menurut saya itu kurang baik," tutupnya.

Sebagai informasi, Perpukadesi sendiri merupakan wadah bagi para mantan kepala daerah mulai dari Gubernur, Bupati, dan Walikota di seluruh Indonesia. Nantinya, mereka akan memberikan rekomendasi kepada sejumlah kepala daerah aktif yang dinilai tidak merefleksikan masyarakat. 

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini