News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mendikdasmen Dorong Digitalisasi Sekolah Lewat Perangkat Interaktif

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TEKNOLOGI PEMBELAJARAN - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Agama Nasaruddin Umar pada acara BelajaRaya pada sesi Ngobrol Publik bertajuk Gotong Royong untuk Sekolah dan Madrasah: Kebijakan dan Aspirasi Komunitas di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. (HO/Kemendikdasmen)

Ringkasan Berita:

  • Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, menekankan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi kunci peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.
  • Menurutnya, dukungan teknologi membuat proses belajar lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan zaman.
  • Hal ini disampaikan dalam acara BelajaRaya di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. 
  • Pemerintah mendorong percepatan digitalisasi pembelajaran, termasuk penggunaan perangkat interaktif seperti Interactive Flat Panel (IFP) agar materi lebih mudah dipahami.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. 

Dirinya proses belajar dinilai bisa lebih menarik melalui bantuan teknologi. 

"Dengan dukungan teknologi, pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi murid. Ini bagian dari upaya kita menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman," ujar Abdul Mu’ti, Senin (4/5/2026).

Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti dalam acara BelajaRaya pada sesi Ngobrol Publik bertajuk "Gotong Royong untuk Sekolah dan Madrasah: Kebijakan dan Aspirasi Komunitas" di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. 

Ia menjelaskan, percepatan digitalisasi pembelajaran menjadi salah satu fokus pemerintah, termasuk melalui penggunaan perangkat seperti Interactive Flat Panel (IFP) yang memungkinkan materi disampaikan secara interaktif dan mudah dipahami.

Menurutnya, penguatan teknologi harus berjalan seiring dengan program revitalisasi satuan pendidikan. 

"Lingkungan belajar yang baik akan mendorong proses pembelajaran yang lebih menyenangkan dan bermakna," katanya.

Lebih jauh, dirinya menekankan bahwa transformasi pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi luas dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

"Gotong royong adalah kekuatan utama bangsa Indonesia. Dalam konteks pendidikan, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyoroti program Sekolah Rakyat sebagai upaya menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan akses pendidikan.

"Intervensinya tidak hanya pada anak, tetapi juga keluarganya agar keluar dari siklus kemiskinan," katanya. 

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut praktik gotong royong dalam pendidikan telah lama diterapkan di madrasah dan pesantren.

"Madrasah dan pesantren adalah wujud nyata gotong royong dalam pendidikan," ujarnya.

Belajaraya Jakarta adalah festival pendidikan yang diselenggarakan jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG) dengan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini