Menurut Ade, keputusan mundur dari PSI lantaran ada serangan dari sejumlah polemik atas pernyataannya yang berdampak kepada tubuh partai.
Satu di antaranya adanya laporan yang diajukan sejumlah ormas soal dugaan penghasutan atau ujaran kebencian soal potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla.
Apalagi, kata Ade Armando, laporan polisi terkait kasus tersebut, meluas sampai politisi PSI lain, yakni Grace Natalie.
Grace Natalie turut dilaporkan ke polisi, sehingga menurut Ade, itu bukan suatu hal yang adil.
"Tapi lebih dari itu, ada serangan terhadap PSI yang dilakukan secara bertubi-tubi."
"Saya dengan prihatin mendengar cerita bahwa para pimpinan di PSI itu diprovok, bukan diprovok, di seperti diancam tanda petik ya, bukan ancaman fisik atau apapun, tapi pernyataan-pernyataan seperti orang-orang akan mempersulit kerja PSI berikutnya untuk memperjuangkan partai di berbagai tempat gitu ya menjelang bukan menjelang nanti menuju pemilu 2029," ungkapnya.
Sebagai informasi, sejumlah orang yang mengaku perwakilan dari 40 organisasi masyarakat (ormas) islam mendatangi Bareskrim Polri pada Senin (4/5/2026) siang.
Mereka yang mengaku dari Aliansi Ormas Islam untuk Kerukunan Umat Beragama melaporkan politisi PSI, Grace Natalie, Ade Armando hingga Permadi Arya atau Abu Janda.
Hal tersebut, disampaikan Direktur LBH Hidayatullah, Syaefullah Hamid kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta.
"Kami hari ini mewakili sekitar 40 ormas Islam yang kita sebut dengan Aliansi Ormas Islam untuk Kerukunan Umat Beragama datang untuk membuat laporan kepolisian yang akan melaporkan tiga orang, yaitu saudara Ade Armando, Permadi Arya, dan Grace Natalie," katanya, Senin.
Baca juga: Grace Natalie Dilaporkan 40 Ormas terkait JK, PSI Tegaskan Tak Beri Bantuan Hukum
Pelaporan tersebut, terkait pernyataan di siniar atau podcast yang diduga telah memframing mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK.
Meski begitu, ia belum menjelaskan detil pernyataan apa yang dipermasalahkan hingga hendak dibawa ke jalur hukum.
Menurut Syaefullah, podcast Ade Armando dan lainnya telah mengancam kerukunan umat beragama di Indonesia.
(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Abdi Ryanda Shakti)
Baca tanpa iklan