TRIBUNNEWS.COM - Purnawirawan jenderal spesialis intelijen, Abdullah Mahmud Hendropriyono atau Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono berpendapat mengenai ramai pernyataan Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais.
Amien Rais dalam video yang beredar luas melontarkan kritik terhadap kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Teddy Indra Wijaya.
Dalam pernyataannya, ia mengaitkan isu tersebut dengan aspek moralitas dan menilai hubungan tersebut telah melampaui batas profesionalitas.
Hendropriyono lantas menyatakan, penilaian terhadap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy harusnya dilakukan proporsional dan profesional.
Tegasnya bahkan, bukan dilakukan secara emosional.
Jenderal yang menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pertama ini juga menyinggung kualitas negarawan yang bukan diukur dari kerasnya kata-kata.
Namun menurutnya, kualitas negarawan adalah kemampuan menjaga martabat orang lain.
Berikut secara lengkap pernyataan AM Hendropriyono yang ia unggah dalam video di akun Instagram pribadinya @amhendropriyono.
"Letkol Teddy kan perwira aktif yang bekerja dalam sistem, bukan seorang figur politik bebas. Karena itu penilaian terhadap dia ya seharusnya dilakukan secara proporsional dan profesional, bukan emosional.
Kita semua, termasuk para tokoh senior dari bangsa ini ya, saya dan teman-teman yang tua-tua ini memiliki tanggung jawab moral untuk memberi teladan dalam berbahasa dan bersikap di dalam ruang publik, itu."
Kualitas seorang negarawan bukan diukur dari kerasnya kata-kata, melainkan dari kemampuannya menjaga martabat orang lain.
Baca juga: Amien Rais akan Dipolisikan Soal Seskab Teddy, Refly Harun: Komdigi Tak Baca Putusan MK
Bentar ya, bahkan ketika berbeda pandangan, seorang prajurit seperti Teddy ya tidak bisa membalas tentu saja. Justru karenaitulah publiklah yang harus menjaga agar kritik tidak berubah menjadi suatu ketidakadilan.
Jika yang kuat bebas mengejek yang sedang bertugas, maka yang kita bangun bukan demokrasi bukan, melainkan arena kehidupan tanpa etika. Bangsa ini, bangsa kita ini kan besar karena adabnya. Jika adab kita jaga, perbedaan tidak akan memecah kita. Tapi jika adab kita sudah lepas dari kita, kebenaran pun akan kehilangan makna."
Kita itu kan punya nilai moral yang berupa ajaran ya dari orang-orang tua kita dan para pendahulu kita masa lampau, para pendiri bangsa ini.
Bangsa Indonesia asli mendirikan bangsa ini, bangsa ini berazas kekeluargaan.
Baca tanpa iklan