TRIBUNNEWS.COM - Tanggal 8 Mei 2026 menjadi hari penting yang diperingati dunia melalui sejumlah momentum internasional yang berkaitan dengan kemanusiaan dan kesehatan global.
Berbagai organisasi dunia memanfaatkan tanggal ini untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap aksi sosial, pelayanan kemanusiaan, serta pentingnya kesadaran menjaga kesehatan sejak dini.
Dua peringatan utama yang jatuh pada tanggal ini adalah World Red Cross and Red Crescent Day atau Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia serta World Ovarian Cancer Day atau Hari Kanker Ovarium Sedunia.
Hari Palang Merah Sedunia diperingati setiap tahun untuk mengenang lahirnya Henry Dunant pada 8 Mei 1828.
Ia dikenal sebagai tokoh kemanusiaan dunia sekaligus pendiri Komite Internasional Palang Merah (ICRC).
Peringatan ini menjadi simbol penghargaan bagi jutaan relawan, tenaga kesehatan, dan pekerja kemanusiaan yang selama ini membantu masyarakat saat terjadi perang, konflik, bencana alam, wabah penyakit, hingga krisis kemanusiaan di berbagai negara.
Sementara itu, Hari Kanker Ovarium Sedunia diperingati untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap Kanker Ovarium yang menjadi salah satu penyakit mematikan pada perempuan.
Peringatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai gejala kanker ovarium, pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin, hingga perlunya deteksi dini agar peluang kesembuhan pasien menjadi lebih besar.
Selain sebagai bentuk kampanye kesehatan, hari ini juga menjadi dukungan moral bagi para pasien, penyintas kanker, dan keluarga yang berjuang menghadapi penyakit tersebut.
2 Peringatan Penting pada 8 Mei 2026
Baca juga: Tanggal 7 Mei 2026 Memperingati Hari Apa? Ada 2 Peringatan Penting
1. Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia
Hari Palang Merah Sedunia diperingati setiap tanggal 8 Mei untuk mengenang jasa Henry Dunant, tokoh kemanusiaan asal Swiss yang lahir pada 8 Mei 1828 dan dikenal sebagai pendiri Komite Internasional Palang Merah atau ICRC.
Peringatan ini menjadi simbol penghormatan terhadap jutaan relawan, tenaga medis, dan pekerja kemanusiaan yang selama ini berada di garis depan dalam membantu korban bencana, konflik, wabah penyakit, hingga krisis kemanusiaan di berbagai negara.
Hari Palang Merah Sedunia pertama kali dirayakan pada tahun 1948, dikutip dari National Day Calendar.
Seiring perkembangan waktu, nama resminya berubah menjadi Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia pada tahun 1984 untuk mencerminkan gerakan kemanusiaan global yang lebih luas.
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah dikenal aktif memberikan bantuan berupa layanan kesehatan, donor darah, pertolongan darurat, rehabilitasi korban bencana, hingga edukasi kesehatan masyarakat.
Selain itu, organisasi ini juga memiliki peran besar dalam kampanye pencegahan penyakit seperti HIV/AIDS, tuberkulosis, malaria, dan berbagai masalah kesehatan lainnya, terutama di wilayah yang minim akses layanan medis, dikutip dari National Today.
Baca tanpa iklan