Faktor ekonomi, efektivitas kebijakan pemerintah, arah koalisi partai politik, hingga perubahan preferensi pemilih muda diperkirakan akan ikut memengaruhi konstelasi politik menjelang Pemilu 2029.
Karena itu, menurut mereka, tingkat penerimaan publik tidak cukup dibangun melalui popularitas politik semata, melainkan juga melalui stabilitas pemerintahan dan dampak kebijakan yang dirasakan langsung masyarakat.
Baca tanpa iklan