"Jadi salah satunya, bagaimana agar pada saat ada serangan, salah satunya di wilayah-wilayah yang sering terjadi konflik, yang sering menggunakan alat panah, tadi diperagakan dan Alhamdulillah dengan peralatan yang baru anggota kita bisa terhindar dari potensi apabila ada serangan panah," ungkap Sigit.
Selain ancaman serangan panah, Kapolri menyebut personel juga perlu dipersiapkan menghadapi berbagai potensi ancaman lain yang bisa terjadi sewaktu-waktu saat bertugas di lapangan.
"Demikian juga tentunya harapan kita anggota kita juga dibekali dengan berbagai macam alat pengamanan diri menghadapi potensi tantangan di lapangan," ucapnya.
Ia merinci ancaman tersebut mulai dari lemparan bom molotov, serangan senjata api, hingga berbagai situasi lain yang dapat membahayakan keselamatan personel.
"Apakah itu mulai dari lemparan molotov, kemudian juga tembakan, dan juga tentunya segala macam yang membahayakan anggota," lanjutnya.
Kapolri menegaskan, peningkatan kualitas perlengkapan dan alat pelindung diri bagi anggota Polri merupakan bagian dari upaya institusi untuk meningkatkan profesionalisme personel dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
"Ini semua dimaksud untuk tentu saja agar anggota betul-betul bisa tampil percaya diri, khususnya dalam melaksanakan kegiatannya memberikan rasa aman bagi masyarakat menghadapi berbagai macam potensi, risiko ancaman yang akan dihadapi," tandasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah PJU Mabes Polri, Asisten Logistik Polri, perwakilan BPK, Bulog serta Kementerian Keuangan.
Baca tanpa iklan