News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

LCC Empat Pilar

Jadi Alumni SMAN 1 Pontianak, Ketua Komisi II DPR Minta Juri LCC MPR di Kalbar Di-blacklist

Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BLACKLIST - Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda meminta juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) segera di-blacklist atau dimasukkan ke daftar hitam sehingga tidak lagi menjadi juri.

 

TRIBUNNEWS.COM – Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda meminta juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) segera di-blacklist atau dimasukkan ke daftar hitam sehingga tidak lagi menjadi juri.

Permintaan itu keluar setelah muncul polemik yang bermula dari protes peserta Grup C asal SMAN 1 Pontianak yang merasa dirugikan akibat keputusan dewan juri saat perlombaan hari Sabtu, (9/5/2026). 

Dalam perlombaan tersebut, peserta Grup C mendapat pengurangan nilai lima poin setelah jawaban mereka dianggap salah oleh dewan juri. Namun, pada pertanyaan yang sama, Grup B dari SMAN 1 Sambas justru memperoleh tambahan 10 poin meski memberikan jawaban yang dinilai memiliki substansi serupa.

Rifqinizamy yang menjadi alumni SMAN 1 Pontianak kecewa dengan kinerja dewan juri.

“Adik-adik kami dari SMAN 1 Pontianak telah memberikan jawaban terkait dengan pertanyaan bagaimana mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan yang jawabannya baik secara konstitusional maupun normatif benar. Namun, kemudian oleh juri dinyatakan salah,” kata dia dalam unggahan di akun Instagram miliknya, Senin, (11/5/2026).

Rifqinizamy mengaku telah berkomunikasi dengan Biro Persidangan MPR RI yang menjadi penanggung jawab kegiatan LCC. Dia meminta biro itu segera membuat klarifikasi dan meminta maaf secara terbuka.

“Institusi MPR sebagai penanggung jawab kegiatan ini harus meminta maaf kepada publik,” katanya menegaskan.

“Sayang sekali hanya karena peristiwa LCC Empat Pilar tingkat final di Kalimantan Barat ini, ikhtiar yang kami lakukan sebagai anggota MPR RI maupun institusi MPR RI menjadi tercederai.”

Kemudian, dia meminta juri meminta maaf dan memberikan klarifikasi karena telah membuat kesalahan fatal. Di samping itu, dia meminta juri segera di-blacklist.

“Yang ketiga, kami meminta kepada MPR RI untuk mem-blacklist juri tersebut agar tidak bisa lagi digunakan. Ini preseden buruk dan saya kira apa pun alasannya ini mencederai intelektualitas dan nilai-nilai konstitusionalisme yang kita anut selama ini."

Kronologi polemik LCC di Kalbar

Persoalan terjadi pada sesi pertanyaan rebutan tentang mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca juga: MPR Nonaktifkan Juri dan MC Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR di Kalimantan Barat

Dalam sesi tersebut, satu peserta sebelumnya dinyatakan salah dan nilainya dikurangi. Namun pada pertanyaan yang sama, kelompok lain justru mendapat penilaian benar dan tambahan poin.

Situasi itu kemudian memicu protes dari kelompok lain hingga lomba LCC tersebut menjadi viral di media sosial.

Dalam perlombaan tersebut, peserta Grup C mendapat pengurangan nilai lima poin setelah jawaban mereka dianggap salah oleh dewan juri.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini