Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang pemimpin yang akan mendapatkan menteri baik jika menghendaki kebaikan.
“Kalau mau jadi pemimpin yang baik, cari menteri yang baik.”
Menurut dia, menteri yang baik seharusnya mengingatkan pemimpin ketika salah dan membantu menjalankan program yang baik, bukan justru memprovokasi atau memanfaatkan kelemahan pemimpin.
Rizieq juga mengingatkan agar pemimpin tidak anti kritik dan tidak berpihak kepada oligarki.
“Pemimpin yang enggak suka bohong, pemimpin yang tidak korup, pemimpin yang tidak anti kritik.”
Ia bahkan menyinggung praktik politik uang dalam pemilu.
“Jangan milih karena dibayar Rp50.000.”
Soroti Sikap Pemerintah terhadap Palestina dan Iran
Selain soal politik domestik, Rizieq juga mengkritik kebijakan luar negeri pemerintahan Prabowo yang dinilai kurang tegas terhadap Israel dan Amerika Serikat.
Ia secara khusus menyoroti keterlibatan Indonesia dalam forum yang disebutnya “Board of Peace”. Menurutnya, forum itu membuat Indonesia terlalu dekat dengan Amerika Serikat sehingga tidak berani mengecam agresi terhadap Palestina maupun Iran.
“Board of Peace itu belenggu.”
Rizieq menilai pemerintah tidak cukup keras mengecam serangan Israel terhadap Iran, termasuk saat pejabat tinggi Iran dan warga sipil tewas akibat serangan militer.
“Begitu Iran diserang secara brutal oleh Israel dan Amerika, presiden kita enggak berani mengecam.”
Ia juga menyinggung kematian empat prajurit TNI di Lebanon yang menurutnya tidak direspons secara tegas oleh pemerintah Indonesia terhadap Israel.
“Mestinya presiden bicara, ‘Hei Israel, kurang ajar kalian. Kalian membunuh tentara kami.’”
Baca tanpa iklan