News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rizieq Kritik Lingkar Kekuasaan Prabowo: Cari Menteri yang Baik

Penulis: Facundo Chrysnha Pradipha
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RIZIEQ KRITIK PRABOWO - Habib Rizieq Shihab alias Muhammad Rizieq Shihab. Habib Rizieq Shihab kritik lingkar Prabowo, singgung “kabur ke Yaman” hingga memilih menteri yang baik

 

TRIBUNNEWS.COM - Habib Rizieq Shihab menyinggung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya saat acara Halal Bihalal dan Temu Kangen DPD, DPW, DPC serta Sayap Juang FPI se-Jawa Barat pada 10 Mei 2026.

Dalam tayangan yang dikutip dari kanal YouTube Refly Harun, Rizieq beberapa kali menyinggung pidato Presiden Prabowo, lingkar penasihat pemerintahan, hingga kebijakan luar negeri Indonesia terkait Palestina dan Iran.

Meski menyatakan masih menaruh harapan kepada Prabowo, Rizieq mengkritik keras sejumlah pernyataan presiden yang dianggap bernada merendahkan kelompok tertentu, terutama soal ucapan “kabur ke Yaman” terhadap pihak yang mengkritik kondisi Indonesia.

“Alhamdulillah satu tahun setengah mimpin, presiden yang baru ini enggak pernah mengucapkan itu,” kata Rizieq.

Namun, ia menilai perubahan sikap tersebut terjadi setelah Presiden Prabowo bertemu tokoh-tokoh lama di sekitar kekuasaan.

“Minggu kemarin dia ketemu tuh sama menteri segala urusan zaman dulu. Habis dapat nasihat si pemimpin langsung ngomong, ‘Kalau enggak suka Indonesia, kabur saja ke Yaman.’”

Rizieq tidak menyebut nama secara langsung, namun istilah “menteri segala urusan” selama ini kerap diarahkan kepada mantan pejabat era Presiden Jokowi yang dikenal aktif mengomentari berbagai isu politik dan keamanan.

Menurut Rizieq, ucapan tersebut mencerminkan pengaruh buruk dari lingkungan sekitar presiden.

“Punya teman jelek, Saudara. Ngobrolnya sama provokator.”

Ia juga menyinggung sosok yang disebutnya sebagai “Jenderal Baliho” yang menurutnya kembali dipanggil ke lingkungan istana dan dijadikan penasihat presiden bidang pertahanan nasional.

Baca juga: Habib Rizieq Aktifkan Kembali Pengajian Petamburan dan Megamendung, Pengurus FPI Wajib Ikut

Dalam pidato itu, Rizieq mengaitkan figur tersebut dengan tragedi KM50 dan isu “begal nasab”, meski tidak menyebut identitas spesifik.

“Kenapa yang begini diangkat jadi penasihat presiden?”

Kritik soal Pemilihan Menteri

Rizieq lalu mengembangkan kritiknya dengan membahas pentingnya pemimpin memilih menteri dan penasihat yang baik.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini