Dari 320 peserta yang lolos tahap seleksi keempat, mayoritas justru berasal dari daerah seperti Sumatera Utara dan NTT, dengan profil siswa yang berada di kelompok ekonomi desil 4 namun memiliki rata-rata nilai akademik 88.
Stella menganalogikan komitmen tinggi pemerintah dalam membangun fasilitas pendidikan ini dengan keseriusan negara pada bidang olahraga.
“Kita tidak pernah ragu untuk membangun stadion yang paling bagus untuk calon timnas sepak bola kita. Dan di pendidikan kita belum pernah. Inilah jawaban Bapak Presiden," tukas Stella.
Target jangka panjang dari proyek ini pun sangat ambisius.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya ingin mencetak pekerja profesional, tetapi figur pemimpin pemikiran (thought leader) yang mampu bersaing di panggung tertinggi dunia.
“Kita juga akan mendapatkan bukan saja medali emas di bulu tangkis, tapi peraih Nobel suatu saat dari Indonesia," pungkasnya.
Baca tanpa iklan