News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Great Institute Respons Kritik LPEM UI soal Data BPS: Jangan Dibaca Secara Linier

Penulis: Reza Deni
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERTUMBUHAN EKONOMI - Peneliti Ekonomi GREAT Institute Adhamaski Pangeran bicara soal data pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan I-2026 disorot Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) UI.

Ia juga menyoroti peran captive power atau pembangkit listrik mandiri yang digunakan industri smelter, khususnya smelter nikel, yang kini menjadi salah satu motor utama pertumbuhan manufaktur nasional.

“Pertumbuhan manufaktur tidak sepenuhnya bergantung pada listrik yang disalurkan PLN maupun IPP. Karena itu hubungan antara kontraksi sektor listrik dan pertumbuhan manufaktur tidak dapat dibaca secara linier,” katanya.

Tak hanya soal listrik, LPEM UI juga menyoroti lonjakan perubahan inventori pada Triwulan I-2026 yang dinilai terlalu besar dan diduga lebih mencerminkan residual statistik dibanding aktivitas ekonomi riil.

Menanggapi hal itu, Adhamaski mengatakan peningkatan inventori masih dapat dijelaskan secara ekonomi, terutama akibat naiknya stok beras nasional menjelang panen raya serta penurunan ekspor sektor pertambangan akibat gejolak ekonomi global.

Baca juga: Bangga Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Menkeu RI Purbaya: Pastikan Pemerintah Belanja dengan Betul

“Sebagian hasil produksi tertahan sebagai inventori sehingga tidak bisa langsung dianggap sebagai residual statistik,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini