TRIBUNNEWS.COM - Kurban merupakan salah satu ibadah penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap tahun pada Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) dan hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah).
Berdasarkan laman resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), kurban berasal dari kata “qarraba” yang berarti mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam istilah syariat, kurban adalah menyembelih hewan tertentu pada waktu tertentu dengan niat ibadah kepada Allah SWT, yang dilaksanakan mulai 10 Dzulhijjah hingga hari tasyrik.
Ibadah ini memiliki sejarah panjang yang sangat dikenal dalam Islam, yaitu kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Keduanya menunjukkan kepatuhan dan keikhlasan luar biasa terhadap perintah Allah SWT.
Karena ketundukan tersebut, Allah menggantikan Nabi Ismail dengan seekor hewan sembelihan sebagai bentuk rahmat dan ujian keimanan.
Lafaz Doa Menyembelih Hewan Kurban
Dalam praktiknya, penyembelihan hewan kurban tidak boleh dilakukan sembarangan.
Islam mengajarkan adab dan tata cara yang benar, termasuk membaca Doa Menyembelih Hewan Kurban.
Hal ini menunjukkan setiap aktivitas ibadah harus diawali dengan menyebut nama Allah SWT.
Membaca doa merupakan bagian penting yang membedakan antara sembelihan halal dan yang tidak sesuai syariat.
Baca juga: Apakah Hewan Kurban Harus Jantan? Simak Pendapat Ulama
Selain itu, doa penyembelihan mencerminkan rasa syukur seorang muslim atas nikmat rezeki yang diberikan Allah SWT.
Dengan menyebut nama-Nya, seorang muslim menyadari bahwa seluruh kehidupan berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.
Dalam Islam, terdapat doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika menyembelih hewan kurban.
Lafaz ini diriwayatkan dalam beberapa hadis shahih dan dianjurkan dibaca sebelum penyembelihan dilakukan.
Salah satu lafaz doa yang dianjurkan adalah:
Baca tanpa iklan