News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Cerdas Cermat 4 Pilar MPR

SMAN 1 Sambas Hormati Putusan MPR soal Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar, tapi Tolak Ada Tanding Ulang

Penulis: Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - SMAN 1 Sambas akhirnya menyampaikan pernyataan sikap terkait Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Diketahui, perlombaan tersebut menjadi polemik setelah viralnya video ketika jawaban dari peserta asal SMAN 1 Pontianak dinyatakan salah oleh juri.

Namun, ketika peserta dari SMAN 1 Sambas menjawab sama persis seperti peserta SMAN 1 Pontianak, juri justru menyatakan benar.

Pada momen tersebut, peserta dari SMAN 1 Pontianak sekaligus siswa yang menjawab pertanyaan tersebut bernama Josepha Alexandra mengajukan protes ke juri atas keputusan tersebut.

Namun, juri tetap tidak merubah keputusannya. 

Pasca polemik ini, MPR pun sampai turun tangan dan berujung beberapa keputusan di mana salah satunya yakni babak final LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalbar diulang.

Menanggapi putusan itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Sambas, Syafaruddin, menghormati segala keputusan dari MPR pasca polemik terjadi.

Baca juga: MPR Tunggu Surat Resmi SMAN 1 Pontianak soal Tak Ikut Final Ulang LCC 4 Pilar, Keputusan Pekan Depan

Kendati demikian, Syafaruddin mengatakan bahwa pihak penyelenggara dinilai abai untuk meluruskan terkait segala tuduhan yang ditujukan kepada SMAN 1 Sambas.

Sebagai informasi, SMAN 1 Sambas ditetapkan sebagai juara dan berhak untuk mewakili Kalbar dalam perlombaan tingkat nasional.

"Mengapresiasi usaha MPR RI sebagai penyelenggara untuk mengatasi polemik yang muncul pada kegiatan LCC 4 Pilar MPR RI 2026. Namun menyayangkan abainya penyelenggara dalam meluruskan informasi terkait polemik ini sehingga SMAN 1 Sambas terus menerus terpojok," kata Syafaruddin dikutip dari akun Instagram SMAN 1 Sambas, Sabtu (16/5/2026).

Namun, meski menghormati, Syafaruddin menegaskan pihaknya menolak untuk ikut dalam tanding ulang seperti apa yang menjadi keputusan resmi dari MPR.

"SMAN 1 Sambas menolak pertandingan final ulang tingkat Provinsi Kalimantan Barat," tuturnya.

Syafaruddin pun membantah terkait tuduhan bahwa predikat juara yang disandang SMAN 1 Sambas buntut adanya kecurngan, penyuapan, hingga settingan.

Dia menegaskan pihaknya telah mengikuti segala aturan yang telah ditetapkan pihak penyelenggara selama kompetisi digelar.

"Meyakini bahwa peseta LCC 4 Pilar dari SMAN 1 Sambas telah berkompetisi sesuai tata tertib yang telah ditetapkan panitian dan disepakati seluruh peserta lomba," katanya.

Klaim Ada Serangan, Minta Panitia Jamin Keselamatan Peserta di Jakarta

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini