Brasil juga menjadi salah satu negara yang meminati pupuk Indonesia. Pada bulan April kemarin, kantor berita ANBA di Brasil melaporkan bahwa negara itu sedang berunding dengan Indonesia perihal pengiriman pupuk.
“Dalam beberapa bulan ke depan, Brasil diperkirakan akan menjadi salah satu tujuan ekspor satu juta ton urea yang dikirimkan Indonesia ke pasar internasional,” kata ANBA.
“Urea adalah salah satu jenis pupuk yang digunakan dalam pertanian. Brasil mengandalkan impor agar bisa memenuhi permintaan pupuk.”
Beberapa waktu lalu Menteri Pertanian Amran Sulaiman turut mengatakan sejumlah negara meminati pupuk Indonesia.
“Selain itu, Dubes India sudah menghubungi saya langsung meminta 500.000 ton dan beberapa negara lain juga berminat yaitu Filipina, Brazil, Bangladesh dan ada beberapa negara lagi. Tadi kami menerima laporan negara yang berminat pupuk urea dari Indonesia. Ini yang kita syukuri dan banggakan,” kata Amran dikutip dari Bakom RI, Kamis, (14/5/2026).
Adapun, kata Amran, ekspor perdana pupuk ke Australia yang telah dilepas berjumlah 47.250 ton atau senilai sekitar Rp600 miliar.
Ekspor tersebut merupakan tahap awal dari komitmen kerja sama sebesar 250.000 ton dan akan terus ditingkatkan hingga mencapai 500.000 ton dengan total nilai sekitar Rp7 triliun.
“Rencana kita akan ekspor 250.000 ton ke Australia dan kemudian ditingkatkan hingga 500.000 ton,” ujarnya.
(Tribunnews/Febri)
Baca tanpa iklan