TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bencana Hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, dan dampak cuaca ekstrem masih menjadi jenis bencana yang paling dominan terjadi di sejumlah daerah pada akhir pekan ini.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak Sabtu (16/5), hingga Minggu (17/5) pukul 07.00 WIB terdapat kejadian bencana yang menimbulkan dampak signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
Kejadian bencana yang pertama adalah tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat 15 Mei 2026.
Peristiwa itu dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang kemudian menyebabkan tebing longsor.
“Peristiwa ini mengakibatkan 2 warga meninggal dunia akibat tertimbun material longsor, sementara 3 warga lainnya berhasil selamat,” ujar Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari, Minggu, (17/5/2026).
Ia mengatakan tim SAR gabungan yang melakukan upaya pencarian dan evakuasi pada hari yang sama kemudian mengevakuasi korban meninggal dunia dan mengantarkannya ke rumah duka.
Selain itu pada hari yang sama cuaca ekstrem melanda Kota Sukabumi, Jawa Barat.
Kejadian tersebut berdampak pada sedikitnya tujuh kelurahan di tiga kecamatan yang meliputi; Kelurahan Baros di Kecamatan Baros, Kelurahan Tipar di Kecamatan Citamiang, serta Kelurahan Dayeuhluhur, Nyomplong, Benteng, Warudoyong, dan Sukakarya di Kecamatan Warudoyong.
“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat sebanyak 12 Kepala Keluarga (KK) atau 36 jiwa terdampak akibat kejadian tersebut,” katanya.
Kemudian bencana banjir melanda Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Sabtu 16 Mei 2025. Kejadian ini dipicu oleh tingginya curah hujan di wilayah hulu sehingga menyebabkan debit air Sungai Mentaya meningkat selama periode 12 hingga 14 Mei 2026, hingga akhirnya meluap ke permukiman penduduk.
“Sebanyak 139 KK terdampak banjir luapan tersebut. Selain itu, ada sebanyak 122 unit rumah terendam banjir termasuk 3 fasilitas ibadah dan 6 fasilitas pendidikan,” katanya.
Hasil kaji cepat sementara, wilayah terdampak meliputi 6 desa yang berada di 4 kecamatan, yakni; Desa Sungai Hanya di Kecamatan Antang Kalang, Desa Tumbang Mujam di Kecamatan Tualan Hulu, Desa Tumbang Sungai di Kecamatan Telaga Antang, serta Desa Tanjung Jariangau, Desa Bawan, dan Desa Kawan Batu di Kecamatan Mentaya Hulu.
Berikutnya, peristiwa tanah longsor terjadi di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Jumat 15 Mei 2025. Kejadian ini dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Matangnga selama kurang lebih empat jam.
Curah hujan tersebut kemudian menyebabkan kondisi tanah menjadi labil hingga memicu longsor sekira pukul 16.00 WITA di Desa Katimbang dan Kelurahan Matangnga, Kecamatan Matangnga.
Baca tanpa iklan