News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Densus 88: Ancaman Ekstremisme Menyasar Remaja dan Anak di Ruang Siber

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

CEGAH KEJAHATAN CYBER - Densus 88 Antiteror Polri menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun 2026. Rakernis tahun ini difokuskan pada penguatan pendekatan kolaboratif dan adaptif dalam merespons pola ancaman baru

Ringkasan Berita:

  • Densus 88 AT Polri menggelar Rakernis 2026 untuk memperkuat strategi menghadapi ancaman ekstremisme digital yang menyasar anak-anak dan remaja.
  • Kapolri Listyo Sigit Prabowo membuka acara dan menekankan penguatan intelijen teknologi serta sinergi lintas sektor menjaga keamanan nasional.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Densus 88 Antiteror Polri menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat strategi nasional menghadapi ancaman ekstremisme berbasis kekerasan dan terorisme yang terus berkembang di era digital.

Juru Bicara Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana mengatakan Rakernis tahun ini difokuskan pada penguatan pendekatan kolaboratif dan adaptif dalam merespons pola ancaman baru, terutama yang menyasar anak-anak dan remaja melalui ruang siber.

Baca juga: BSSN Sebut Manipulasi Informasi Jadi Ancaman Siber Nasional, Pelaku Bisa Aktor Asing

Menurutnya, kemajuan teknologi informasi telah mengubah pola penyebaran ideologi ekstrem.

Jika sebelumnya dilakukan melalui jaringan konvensional, kini penyebaran berkembang melalui media sosial, platform digital hingga permainan daring.

“Kelompok ekstrem saat ini memanfaatkan ruang digital untuk proses rekrutmen, grooming, propaganda, hingga normalisasi kekerasan kepada kelompok usia muda yang rentan,” ujar Mayndra dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, pola ancaman juga mengalami pergeseran ke bentuk baru seperti non coherent extremism dan nihilistic violent extremism yang dinilai lebih cair serta sulit terdeteksi melalui pola penanganan tradisional.

Berdasarkan data 2026, terdapat 132 anak terpapar radikalisme dan 115 anak terpapar paham kekerasan yang telah mendapatkan intervensi bersama antara Densus 88, jajaran Polda, pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lainnya.

Sebagian kasus disebut memiliki keterkaitan dengan komunitas digital seperti True Crime Community (TCC) yang dinilai berpotensi mendorong eskalasi menuju aksi kekerasan nyata.

Selain langkah preemtif, preventif dan represif, Rakernis juga menitikberatkan penguatan literasi digital, deteksi dini di lingkungan sekolah maupun keluarga, serta peningkatan kesiapsiagaan nasional melalui rencana kontinjensi Aman Nusa III.

Rakernis dibuka langsun oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri meninjau Milestone Wall yang menampilkan perjalanan penanggulangan terorisme di Indonesia, mulai dari gerakan DI/TII, perkembangan jaringan Jemaah Islamiyah, tragedi Bom Bali I, hingga capaian Densus 88 dalam menjaga situasi nihil aksi teror selama periode 2023–2025.

Dalam arahannya, Kapolri mengapresiasi capaian Densus 88 yang dinilai berhasil menjaga stabilitas keamanan nasional dengan mempertahankan nihil aksi teror hampir tiga tahun terakhir.

Capaian tersebut berdampak terhadap meningkatnya kepercayaan publik, terjaganya stabilitas investasi serta dukungan terhadap berbagai agenda strategis nasional maupun internasional.

Kapolri juga menyoroti ancaman baru berupa pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI oleh kelompok ekstrem untuk melakukan radikalisasi otomatis, menyebarkan salad bar ideology serta melakukan gamifikasi kekerasan melalui platform digital yang menyasar kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak.

Menindaklanjuti arahan itu, Densus 88 disebut akan memperkuat kapasitas intelijen teknologi dan intelijen manusia guna mengantisipasi perkembangan ancaman di ruang siber.

Pada kesempatan yang sama, Kapolri memberikan penghargaan kepada 12 tokoh nasional dan mitra dari negara sahabat yang dinilai berkontribusi dalam upaya pencegahan serta penanggulangan terorisme, mulai dari kalangan akademisi, psikolog, lembaga pendidikan hingga mitra internasional.

Rakernis Densus 88 AT Polri Tahun 2026 dibuka secara resmi oleh Kapolri bersama Kadensus 88 AT Polri dan pejabat utama Polri sebagai bentuk penguatan sinergi lintas sektor untuk menjaga keamanan nasional serta melindungi generasi muda dari pengaruh ekstremisme berbasis kekerasan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini