Ringkasan Berita:
- Kemlu RI menyiapkan berbagai jalur evakuasi dan pemulangan bagi sembilan WNI yang ditahan Israel usai mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla.
- Sejumlah perwakilan RI di Roma, Ankara, Istanbul, Kairo, dan Amman telah diminta bersiaga serta berkoordinasi dengan otoritas setempat.
- Saat ini para WNI berada di Pelabuhan Ashdod untuk pemeriksaan sebelum dipindahkan ke detensi imigrasi Israel menuju proses pemulangan.
TRIBUNNEWS COM, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mengantisipasi berbagai kemungkinan jalur evakuasi dan pemulangan warga negara Indonesia (WNI) setelah lepas dari penahanan otoritas Israel.
Sekitar sembilan orang WNI, termasuk empat jurnalis sebelumnya ditahan Israel saat ikut berlayar dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) di perairan Siprus, Mediterania Timur pada Senin (18/5/2026).
Skenario pemulangan ini melibatkan KBRI Roma, KBRI Ankara, KJRI Istanbul, KBRI Kairo, serta KBRI Amman.
Kantor perwakilan RI tersebut telah diinstruksikan untuk bersiaga mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan setelah para WNI bebas dari wilayah otoritas Israel.
"Jadi semua KBRI sesuai arahan Pak Menlu diminta untuk mempersiapkan, melakukan komunikasi dengan otoritas setempat, tapi juga mulai mempersiapkan apa yang harus dipersiapkan ketika nanti sudah dibebaskan dan untuk pemulangan ke tanah air," kata Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah dalam press briefing di Kantor Kemlu RI, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).
Baca juga: Seluruh Aktivis Armada Gaza Dibebaskan dari Penjara Ktziot Israel, Turki Akan Kirim Pesawat
Heni mengatakan berdasarkan informasi terbaru, para WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla saat ini berada di Pelabuhan Ashdod, berjarak 40 kilometer dari Tel Aviv untuk proses pemeriksaan.
Setelah rampung, para WNI dan para aktivis GSF lainnya akan dipindahkan ke fasilitas detensi imigrasi Israel.
Heni menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia akan terus memantau perkembangan proses pemeriksaan di Ashdod serta memastikan kesiapan seluruh perwakilan terkait demi kelancaran proses pemulangan para WNI ke tanah air.
"Nah, kalau sudah dialihkan ke detensi imigrasi ini sebetulnya itu nanti tinggal proses pemulangan," kata Heni.
Namun saat ini pemerintah masih menunggu perkembangan situasi di lapangan.
"Jadi ini detensi imigrasi. Detensi imigrasi, nanti dari situ baru kita lihat proses pemulangannya seperti apa. Jadi kami belum dapat informasi proses selanjutnya seperti apa," jelasnya.
Baca tanpa iklan