Peringatan ini ditetapkan untuk mengingatkan masyarakat dunia tentang pentingnya menjaga keberagaman makhluk hidup di Bumi.
Keanekaragaman hayati mencakup seluruh bentuk kehidupan, mulai dari tumbuhan, hewan, mikroorganisme, hingga ekosistem tempat mereka hidup.
Semua unsur tersebut saling terhubung dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam.
Awalnya, peringatan ini dirayakan setiap 29 Desember.
Namun pada tahun 2000, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memutuskan untuk memindahkan peringatannya menjadi 22 Mei, dikutip dari National Today.
Tanggal tersebut, dipilih untuk mengenang adopsi Konvensi Keanekaragaman Hayati pada Konferensi Tingkat Tinggi Bumi di Rio de Janeiro tahun 1992.
Selain alasan historis, perubahan tanggal juga dilakukan agar tidak berdekatan dengan berbagai perayaan internasional di akhir Desember.
Hari Keanekaragaman Hayati Internasional menjadi pengingat bahwa kehidupan manusia sangat bergantung pada alam.
Hutan, laut, sungai, dan berbagai ekosistem lainnya menyediakan sumber pangan, udara bersih, obat-obatan, hingga penopang ekonomi masyarakat.
Namun saat ini, keanekaragaman hayati menghadapi berbagai ancaman seperti perubahan iklim, deforestasi, polusi, hingga eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.
Karena itu, peringatan ini juga mendorong aksi nyata untuk melindungi lingkungan dan menjaga keberlanjutan kehidupan di masa depan.
Berbagai kegiatan biasanya dilakukan untuk memperingati hari ini, mulai dari kampanye lingkungan, penanaman pohon, edukasi tentang konservasi, hingga kegiatan sekolah yang mengajak generasi muda lebih peduli terhadap alam.
2. Hari Preeklampsia Sedunia
Selain isu lingkungan, tanggal 22 Mei juga diperingati sebagai World Preeclampsia Day atau Hari Preeklampsia Sedunia.
Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai preeklampsia, yaitu komplikasi kehamilan serius yang umumnya muncul setelah usia kandungan 20 minggu dan ditandai dengan tekanan darah tinggi serta gangguan pada organ tubuh tertentu.
Preeklampsia bukan sekadar masalah hipertensi biasa. Kondisi ini dapat memengaruhi ginjal, hati, otak, pembuluh darah, hingga plasenta.
Baca tanpa iklan