Jika tidak ditangani dengan cepat, preeklampsia bisa membahayakan keselamatan ibu maupun bayi.
Hari Preeklampsia Sedunia pertama kali diperingati pada 22 Mei 2017, dikutip dari Days of The Year.
Peringatan ini digagas oleh Yayasan Preeklampsia bersama sejumlah organisasi kesehatan ibu dan komunitas medis internasional.
Tujuan utamanya adalah memperluas pemahaman publik tentang tanda-tanda bahaya preeklampsia sehingga lebih banyak ibu hamil mendapatkan penanganan sejak dini.
Selama bertahun-tahun, banyak masyarakat yang hanya menganggap risiko terbesar kehamilan terjadi saat proses persalinan.
Padahal, komplikasi seperti preeklampsia dapat berkembang secara diam-diam selama masa kehamilan bahkan setelah melahirkan.
Karena itu, kampanye Hari Preeklampsia Sedunia terus menekankan pentingnya pemeriksaan rutin selama kehamilan, pemantauan tekanan darah, dan kewaspadaan terhadap gejala tertentu seperti sakit kepala berat, pembengkakan berlebihan, nyeri ulu hati, serta gangguan penglihatan.
Peringatan ini juga membuka ruang diskusi mengenai gangguan hipertensi lain selama kehamilan, termasuk hipertensi gestasional dan sindrom HELLP yang sama-sama berisiko tinggi bagi ibu hamil.
Seiring meningkatnya partisipasi global, Hari Preeklampsia Sedunia kini tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan dan peneliti, tetapi juga keluarga pasien, penyintas, hingga komunitas masyarakat umum.
Kampanye edukasi dilakukan melalui seminar kesehatan, media sosial, hingga kegiatan komunitas yang bertujuan membangun kewaspadaan bersama.
Salah satu pesan penting dari peringatan ini adalah bahwa risiko preeklampsia tidak selalu langsung hilang setelah persalinan.
Tekanan darah tinggi dan komplikasi lain masih dapat terjadi pada masa pascapersalinan, sehingga ibu tetap membutuhkan pemantauan kesehatan.
Selain itu, perempuan yang pernah mengalami preeklampsia diketahui memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dan gangguan metabolik di kemudian hari.
Oleh sebab itu, perawatan jangka panjang dan pola hidup sehat menjadi bagian penting dari pemulihan.
(Tribunnews.com/Farra)
Artikel Lain Terkait Hari Keanekaragaman Hayati Internasional
Baca tanpa iklan