TRIBUNNEWS.COM - Daging kerbau masih menjadi pilihan masyarakat sebagai hewan kurban di sejumlah daerah di Indonesia.
Selain harganya relatif lebih terjangkau dibandingkan daging sapi, daging kerbau juga dikenal memiliki kandungan protein yang baik.
Meski demikian, banyak masyarakat menganggap daging kerbau lebih keras dan sulit diolah.
Padahal, dengan teknik yang tepat, daging kerbau dapat diolah menjadi hidangan yang empuk dan lezat.
Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Irma Isnafia Arief, menjelaskan daging kerbau memang memiliki tekstur yang lebih keras dibandingkan daging sapi sehingga membutuhkan perlakuan khusus saat diolah.
"Daging kerbau memiliki tekstur lebih keras dibandingkan daging sapi, sehingga memerlukan perlakuan khusus agar hasilnya empuk dan enak disantap," ujarnya, dikutip dari laman resmi ipb.ac.id, Jumat (29/5/2026).
Menurut Prof. Irma, salah satu langkah penting dalam mengolah daging kerbau adalah memotong daging melintang serat.
Teknik ini dinilai dapat membantu proses pemasakan sekaligus membuat tekstur daging lebih lembut saat dikonsumsi.
Gunakan Bahan Alami untuk Melunakkan Daging
Selain teknik pemotongan, penggunaan bahan alami juga dapat membantu melunakkan daging.
Prof. Irma menyarankan masyarakat memanfaatkan daun pepaya dan nanas karena keduanya mengandung enzim yang efektif melembutkan serat daging.
Baca juga: Ramai Daging Kurban Dijual di Media Sosial, Ini Kata Wakil Ketua MUI Jombang
"Cukup bungkus daging dalam daun pepaya selama 10 menit atau aduk dengan irisan nanas selama 5–10 menit. Tapi jangan terlalu lama, agar daging tidak hancur," jelasnya.
Ia juga menyarankan perendaman daging menggunakan bumbu seperti jahe, serai, daun jeruk, dan air jeruk nipis.
Selain membantu mengurangi aroma khas daging kerbau, cara ini juga dapat meningkatkan cita rasa masakan.
Hindari Memasak dengan Api Besar
Prof. Irma menilai masih banyak masyarakat yang keliru saat memasak daging kerbau, salah satunya menggunakan api besar.
Baca tanpa iklan