Setelah menerima laporan dari Perwira Upacara Brigadir Jenderal TNI Fitriana Nur Heru Wibawa, Presiden Prabowo selaku Inspektur Upacara menuju mimbar utama.
Adapun Komandan Upacara yakni Kolonel Inf Didin Nasruddin Darsono.
Upacara dimulai dengan Salam Kebangsaan, Penghormatan Kebesaran, dan Mengheningkan Cipta untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa.
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, membacakan naskah Pancasila, diikuti pembacaan Naskah Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Bachtiar Najamudin.
Upacara kemudian dilanjutkan dengan amanat Inspektur Upacara yang disampaikan langsung Presiden Prabowo.
Dalam amanatnya Presiden mengatakan bahwa hari lahir Pancasila adalah hari memeringati 81 tahun di mana Soekarno berdiri di hadapan BPUPKI menyampaikan gagasan besar yang kemudian menjadi falasah Indonesia.
“Pancasila lahir bukan dari ruang kosong, Pancasila lahir dari sejarah pengalaman budaya dan cita-cita bangsa Indonesia sendiri. Pancasila adalah sebuah konsensus Agung suatu kesepakatan kebangsaan Yang memungkinkan bangsa kita yang terdiri dari ribuan pulau, ratusan suku bangsa, ratusan bahasa dan ratusan budaya yang berbeda-beda untuk hidup sebagai satu bangsa,” kata Presiden.
Baca tanpa iklan