Ia juga menaruh perhatian pada generasi muda, khususnya generasi milenial, Generasi Z, dan Generasi Alfa.
Menurutnya, generasi muda membutuhkan keteladanan nyata dari para pemimpin bangsa mengenai bagaimana nilai-nilai Pancasila dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Generasi muda menuntut bukti dan keteladanan. Mereka membutuhkan role model dari para pejabat, elite politik, dan tokoh bangsa yang benar-benar dapat digugu dan ditiru dalam membangun Indonesia yang maju, adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat,” ungkapnya.
Haedar menegaskan, apabila nilai-nilai dalam setiap sila Pancasila benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan pribadi, sosial, dan penyelenggaraan negara, maka Pancasila akan hadir secara nyata di Indonesia.
Sebaliknya, jika hanya menjadi slogan tanpa praktik, maka Pancasila sesungguhnya kehilangan makna dalam kehidupan berbangsa.
“Jangan sampai Pancasila hadir dalam kata-kata, tetapi absen dalam kenyataan. Kaya retorika namun miskin praktik. Jika nilai-nilai Pancasila tidak terwujud dalam kehidupan nyata, maka sejatinya Pancasila hilang dari bumi Indonesia,” pungkasnya.
Baca tanpa iklan