Dari dunia akademik, ia kemudian dipercaya mengisi berbagai jabatan strategis di lingkungan IPB.
Ia pernah menjadi Sekretaris Kantor Persiapan Implementasi Otonomi, Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang, hingga Direktur ad-interim Direktorat Kerja Sama.
Pada 19 Agustus 2024, Dadan dilantik sebagai Kepala BGN pertama oleh Presiden Joko Widodo.
Posisi itu tetap ia pegang pada masa pemerintahan Prabowo.
Namun selama memimpin BGN, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kerap menuai sorotan, terutama terkait maraknya kasus keracunan massal di sejumlah daerah.
Di tengah kariernya, Dadan juga menerima sejumlah penghargaan, di antaranya Bintang Mahaputera pada 2025, Bintang Jasa Utama pada 2026, serta penghargaan People of the Year kategori Penggerak Gerakan Kesehatan Masyarakat dari Metro TV pada 2025.
Nanik S. Deyang, Eks Wartawan hingga Komisaris Pertamina
Sementara itu, Nanik Sudaryati Deyang atau Nani S. Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968.
Berbeda dengan Dadan yang berasal dari dunia akademik, Nani memiliki latar belakang politik dan media.
Ia merupakan alumnus Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) angkatan 1983.
Sebelum terjun ke politik, Nani sempat berkarier sebagai wartawan di Tabloid Bangkit.
Namanya kemudian dikenal sebagai bagian dari tim sukses Prabowo pada Pemilihan Presiden 2019.
Setelah Prabowo memenangkan Pilpres 2024, Nani dipercaya menjadi Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan periode 2024–2029.
Kariernya terus menanjak ketika ditunjuk sebagai Komisaris Independen Pertamina pada 12 Juni 2025.
Tak lama kemudian, pada 17 September 2025, ia dilantik sebagai Wakil Kepala BGN dan meninggalkan jabatan sebelumnya di Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
Kini, pada 2 Juni 2026, Nani resmi dipercaya memimpin BGN menggantikan Dadan Hindayana.
Pemerintah berharap kepemimpinan baru dapat memperkuat konsolidasi internal serta memperbaiki koordinasi program-program gizi nasional.
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)
Baca tanpa iklan