News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Program Makan Bergizi Gratis

7 Kontroversi Dadan Hindayana selama Jabat Kepala BGN, Kini Dicopot Prabowo

Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENGUATAN PROGRAM MBG - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025). Kepala BGN, Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Nanik Sudaryati Deyang.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto resmi merombak pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala BGN, Dadan Hindayana dicopot dari posisinya dan digantikan oleh wakilnya, Nanik Sudaryati Deyang.

Tak hanya Dadan, dua wakilnya juga dicopot dari jabatan mereka.

Perombakan ini dilakukan setelah dilakukan evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut selama hampir satu setengah tahun pemerintahan berjalan.

Keputusan itu diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.

"Maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo.

Pergantian ini terjadi di tengah berbagai sorotan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto.

Berikut sederet kontroversi Dadan Hindayana selama menjabat Kepala BGN:

1. Pernyataan tentang Konsumsi Susu 2 Liter per hari

Saat menjabat sebagai Kepala BGN, Dadan sempat mengatakan, minum susu 2 liter setiap hari membuat kedua anaknya tumbuh tinggi.

Dadan menyebut, dua anak laki-lakinya memiliki tinggi badan 181 sentimeter (cm) dan 185 cm.

Hal itu karena mereka rutin minum susu 2 liter setiap hari sejak kecil hingga kelas 2 SMA.

Baca juga: Prabowo Angkat Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN Gantikan Dadan, Dasco: Pilihan Tepat

“Jadi tinggi badan bukan cuma masalah genetik, tapi juga asupan gizi yang cukup dan seimbang,” kata Dadan saat peluncuran pembangunan 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pondok Pesantren Syaichona Muhammad Cholil, Bangkalan, Senin (26/5/2025), dilansir Kompas.com.

Pernyataan Dadan itu kemudian menuai kontroversi.

Dokter ternama, Tan Shot  Yen menyatakan, klaim Dadan tersebut tak berdasar.

“Cuma satu komentar saya: S-E-S-A-T!!!!!” kata Tan dalam unggahan Instagram Story pada Selasa (27/5/2025) di atas video Dadan.

2. Serangga sebagai Sumber Protein

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini