News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Program Makan Bergizi Gratis

7 Kontroversi Dadan Hindayana selama Jabat Kepala BGN, Kini Dicopot Prabowo

Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENGUATAN PROGRAM MBG - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025). Kepala BGN, Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Nanik Sudaryati Deyang.

Pernyataan Dadan yang menyebut serangga yang memiliki gizi tinggi dan biasa dikonsumsi masyarakat lokal seperti ulat sagu bisa dimasukkan dalam komposisi menu MBG, juga menuai sorotan.

Menurut Dadan, serangga itu bisa menjadi menu MBG, khusus untuk daerah.

Dadan mengatakan, BGN tidak menetapkan standar menu nasional dalam program MBG, yang ada hanya penetapan standar komposisi gizi.

Sehingga setiap menu bisa berbeda di berbagai daerah bergantung dari potensi sumber daya lokal dan kesukaan anak-anak lokal di daerah tersebut.

"Itu salah satu contoh ya, kalau ada daerah-daerah tertentu yang terbiasa makan seperti itu, itu bisa menjadi menu di situ."

"Badan gizi ini tidak menetapkan standar menu nasional, tetapi menetapkan standar komposisi gizi," kata Dadan ditemui usai hadiri Rapimnas Perempuan Indonesia Raya (PIRA) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (25/1/2025).

Ia menyatakan, peluang memasukkan menu lokal seperti serangga berkaitan erat dengan komposisi protein di berbagai daerah yang bergantung pada potensi sumber daya lokal serta kesukaan masyarakat.

Ia meminta contoh tersebut tidak disalah artikan.

"Nah, isi protein di berbagai daerah itu sangat tergantung potensi sumber daya lokal dan kesukaan lokal. Jangan diartikan lain ya," katanya. 

3. Pernyataan tentang Gizi Pemain Sepak Bola Indonesia

Kontroversi lain, Dadan pernah menyebut, ada keterkaitan antara kualitas gizi pemain sepak bola Indonesia dengan performa pemain.

“Jangan heran kalau PSSI sulit menang karena main 90 menit berat. Kenapa? Karena gizinya tidak bagus dan banyak pemain bola lahir dari kampung,” ujarnya, di Pendopo Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Minggu (23/3/2025), dilansir Kompas.com.

Pernyataan itu mendapat respons dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani.

Lalu menyayangkan pernyataan Dadan yang menyebut kekalahan Timnas Indonesia disebabkan oleh gizi para pemainnya yang tidak bagus.

"Kepala BGN jangan terlalu lebay menyangkutpautkan PSSI dengan makanan bergizi. Apalagi menyampaikan statement bahwa pemain Indonesia kurang makan bergizi,” ujar Lalu dalam keterangan tertulisnya.

4. Kasus Keracunan MBG

Sejumlah kejadian keracunan makanan yang dikaitkan dengan pelaksanaan MBG menimbulkan sorotan terhadap BGN.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini