Pada Selasa pagi WIB, ia mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta Barat, serta pelaksanaan MBG di SMPN 111 Jakarta.
Saat di SPPG Palmerah, Dadan bahkan ikut menyambut kehadiran Presiden Prabowo.
Kunjungan itu berlangsung hanya beberapa jam sebelum pemerintah mengumumkan pergantian pimpinan BGN pada malam harinya.
Kejutan Pergantian dan Isu di Balik Layar
Pergantian dinilai mengejutkan karena dilakukan setelah agenda lapangan Presiden pada pagi hari yang sama.
Namun, sumber internal menyebut keputusan telah diambil beberapa hari sebelumnya.
Isu pergantian juga telah berembus di internal pemerintah, termasuk sorotan terhadap kinerja dan efisiensi anggaran.
“Ada salah satu lembaga, yang harusnya segera diganti. Karena kinerja dan pemborosan anggaran,” kata sumber kepada Tribunnews.com pekan lalu.
Dugaan Jual Beli Titik SPPG MBG
Istana juga merespons isu dugaan jual-beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG.
Pemerintah menyebut proses tersebut masih dalam audit internal.
“Semua sedang dalam proses audit internal. Itu bagian dari monitoring dan evaluasi terus menerus,” kata Prasetyo.
Baca juga: Emrus Kritik Teddy Bandingkan Kunjungan Luar Negeri SBY dan Prabowo saat Jawab Dino Patti Djalal
Dadan: “Beliau Paham yang Terbaik”
Menanggapi pencopotan, Dadan menyebut keputusan Presiden adalah kewenangan penuh kepala negara.
“Beliau paham betul yang terbaik,” kata Dadan.
Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan selama menjabat serta berharap program MBG terus berlanjut.
“Selamat bekerja kepada pimpinan BGN yang baru,” ujarnya. (Tribunnews.com/Acoz/Taufik Ismail/Kompas.com)
Baca tanpa iklan