News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Reshuffle Kabinet

Muncul Isu Purbaya Akan Dicopot, Pengamat Tegaskan Kabinet Prabowo Memang Harus Dirombak

Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RESHUFFLE KABINET - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026). Pengamat politik Agung Baskoro meyakini Presiden Prabowo harus segera me-reshuffle kabinetnya di tengah melemahnya kurs rupiah.

TRIBUNNEWS.COM – Di tengah melemahnya kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan memerahnya indeks harga saham gabungan (IHSG), muncul isu di media sosial bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto.

Purbaya dirumorkan akan digantikan oleh Muhammad Chatib Basri yang pernah menjadi Menteri Keuangan pada penghujung era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yakni dari 21 Mei 2013 hingga 20 Oktober 2014.

Namun, kedua isu itu dibantah langsung oleh Purbaya. “Tidak ada. Itu rumor,” kata Purbaya ketika menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Kamis, (4/6/2026).

Purbaya tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai isu dia mundur ataupun mengenai isu perombakan kabinet.

“Sampai saat ini itu yang saya tahu,” katanya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga membantah bahwa Purbaya akan dicopot presiden.

"Tidak ada, tidak ada rencana pergantian (Menteri Keuangan)," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Prasetyo berkata pemerintahan Prabowo kini lebih mengedepankan penguatan koordinasi antarotoritas ekonomi guna menjaga stabilitas perekonomian nasional dibandingkan membahas isu pergantian pejabat.

Pemerintah menaruh perhatian besar pada sinergi kebijakan antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Reshuffle disebut perlu dilakukan

Sehubungan dengan isu Purbaya akan dicopot, Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro mengatakan pasar saat ini sudah mengirimkan sinyal kuat bahwa pemerintah perlu membenahi kebijakan ekonomi.

Baca juga: Rumor Pergantian Purbaya dan Masuknya Said Iqbal ke Jajaran Kabinet Prabowo

“Dari kemarin reshuffle baru menyentuh tim komunikasi presiden. Otomatis karena dengan kondisi sekarang yang semakin pelik, menurut saya reshuffle memang harus segera dilakukan untuk membenahi kinerja tim ekonomi,” kata Agung dalam acara Breaking News di Kompas TV, Jumat, (5/6/2026).

Menurut Agung jika kondisi ini dibiarkan, tidak hanya kurs rupiah yang akan terus menurun, tetapi IHSG akan makin merah dan menimbulkan dampak lainnya.

“Kita berharap ini bisa menjadi masukan kepada presiden. Pasar itu objektif saja. Kalau bagus, otomatis kurs kita baik, IHSG kita pulih, semacam itu maupun indikator makro lain,” ujarnya menjelaskan.

Sebaliknya, kata Agung, jika pasar merasa tidak aman, ada risiko kabur yang tinggi. Hal seperti itu tidak bisa diabaikan.

Sementara itu, mengenai Purbaya, Agung merasa bendahara negara itu terkesan menggampangkan persoalan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini