“Ironis memang, pembangunan dapur MBG di daerah 3T belum secepat pembangunan di wilayah lainnya. Padahal daerah 3T merupakan skala prioritas karena masyarakat di sana rentan mengalami gizi buruk dan stunting, serta para penerima manfaat sangat menantikan kehadiran program ini,” ujarnya.
Agustin berharap pergantian pejabat tinggi di BGN dapat menjadi momentum untuk melakukan pembenahan sehingga tata kelola program menjadi lebih baik, transparan, dan akuntabel.
“Dengan pergantian ini, kami berharap tidak ada lagi kasus keracunan, isu jual beli titik atau kuota, maupun persoalan lain yang dapat menghambat keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis,” katanya.
Agustin juga mengapresiasi strategi baru yang mulai diterapkan oleh BGN di bawah kepemimpinan Naniek S. Deyang.
Menurutnya, langkah BGN yang lebih mengutamakan kualitas pelaksanaan program dibanding sekadar mengejar target kuantitas penerima manfaat merupakan kebijakan yang tepat untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan strategi tersebut dilakukan melalui penataan ulang penerima manfaat agar lebih tepat sasaran, moratorium pembangunan dapur baru, pembenahan dapur-dapur yang telah beroperasi agar memenuhi standar keamanan dan kualitas makanan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan SPPG.
Selain itu, BGN juga mulai memprioritaskan pelaksanaan program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan skema yang lebih efisien sehingga tidak membebani anggaran negara.
“Fokus pada kualitas layanan, tata kelola yang baik, dan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan jauh lebih penting daripada sekadar mengejar angka penerima manfaat. Program ini harus dipastikan berjalan sehat, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat gizi yang optimal bagi masyarakat,” ujar Agustin.
Lebih lanjut, ia berharap Kepala BGN yang baru dapat menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan tidak ada lagi masyarakat Indonesia yang mengalami kekurangan gizi maupun stunting.
Selain itu, para siswa penerima manfaat diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, unggul, dan siap menyongsong Indonesia Emas.
“Mereka diharapkan menjadi pemimpin masa depan bangsa yang mampu membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote,” ujar Agustin.
Menurutnya, para siswa penerima manfaat Program MBG juga akan memiliki rasa nasionalisme dan tanggung jawab yang kuat untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia karena sejak usia dini mereka telah merasakan kehadiran negara melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang baik.
Baca juga: 3 Petinggi Jadi Tersangka Korupsi MBG, BGN juga Diterpa Dugaan Kasus Rasuah Sertifikasi Halal
“Sejak dini mereka diperhatikan pemerintah melalui program pemenuhan gizi. Karena itu, mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mencintai bangsa, menjaga persatuan, dan memiliki tanggung jawab terhadap masa depan Indonesia,” ujarnya.
Baca tanpa iklan