TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PAN, Okta Kumala Dewi, menyoroti keberhasilan TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama tim gabungan dalam menggagalkan penyelundupan 554 kilogram merkuri yang diduga akan diedarkan secara ilegal.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata efektivitas pengamanan wilayah maritim Indonesia sekaligus langkah penting dalam mencegah peredaran bahan berbahaya yang berpotensi mengancam masyarakat dan lingkungan.
Ia menilai keberhasilan operasi tersebut yang dinilai mencerminkan kesiapan aparat dalam menghadapi berbagai ancaman di wilayah perairan nasional.
"Saya mengapresiasi setinggi-tingginya TNI AL bersama tim gabungan yang berhasil menggagalkan penyelundupan 554 kilogram merkuri yang diduga akan diedarkan secara ilegal. Keberhasilan ini menunjukkan kesiapsiagaan dan profesionalisme aparat dalam menjaga keamanan laut Indonesia dari berbagai bentuk ancaman," kata Okta, kepada wartawan Senin (8/6/2026).
Menurut Okta, pengungkapan kasus penyelundupan merkuri tersebut juga menunjukkan semakin efektifnya peran TNI AL dalam menghadapi ancaman non-militer yang berkembang di kawasan maritim Indonesia.
Dia menilai kejahatan penyelundupan merupakan salah satu ancaman non-tradisional yang membutuhkan pengawasan ketat serta koordinasi lintas instansi yang berkesinambungan.
"Keberhasilan ini menunjukkan kinerja TNI AL yang semakin baik dalam menghadapi ancaman non-militer. Selain itu, keberhasilan operasi ini juga mencerminkan solidnya koordinasi antara TNI AL dan berbagai unsur tim gabungan dalam menjalankan tugas pengamanan wilayah laut Indonesia," katanya.
Selain menyoroti keberhasilan operasi, Okta juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Muhammad Ali, yang dinilai berhasil memperkuat kapasitas TNI AL dalam menjaga keamanan laut nasional dari berbagai ancaman non-tradisional.
"Di bawah kepemimpinan Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, peran TNI AL dalam memastikan keamanan laut dari berbagai ancaman non-tradisional, termasuk penyelundupan barang-barang ilegal, semakin menunjukkan prestasi yang membanggakan. Hal ini menjadi bukti bahwa TNI AL terus meningkatkan kapasitas dan efektivitas pengamanan wilayah maritim Indonesia," ucapnya.
Okta menambahkan, keberhasilan mencegah masuk dan beredarnya barang ilegal tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga berdampak langsung pada upaya penyelamatan potensi kerugian negara.
Sebab itu, ia mendorong agar pengawasan dan sinergi antarlembaga terus diperkuat guna mencegah berbagai upaya penyelundupan sejak dini.
"Dalam setiap langkah pencegahan penyelundupan barang ilegal, negara berhasil menyelamatkan potensi kerugian yang tidak sedikit. Karena itu, saya mendukung penguatan pengawasan dan sinergi antarlembaga agar berbagai upaya penyelundupan dapat dicegah sejak dini," pungkasnya.
Kelicikan sindikat penyelundup merkuri ilegal asal Namlea, Maluku, dalam mengelabui petugas akhirnya dibongkar oleh jajaran TNI AL di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Pelaku mencoba menyelundupkan 544 kilogram merkuri dengan cara yang sangat rapi, yakni memalsukan dokumen manifest dan mengemas barang haram tersebut dalam kotak kayu berlapis-lapis guna mengecoh pemeriksaan.
Komandan Kodaeral III, Laksamana Muda TNI Uki Prasetia menceritakan betapa cerdiknya pelaku membungkus kargo tersebut agar terlihat seperti pengiriman suku cadang kendaraan biasa.
Baca tanpa iklan