TRIBUNNEWS.COM - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax langsung berdampak pada masyarakat, termasuk pengemudi ojek online (ojol).
Harga Pertamax melonjak tajam sebesar 32 persen, dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter mulai Rabu (10/6/2026).
Sementara itu, Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.
Guruh, driver ojol asal Kota Solo, Jawa Tengah mengaku terpaksa turun kelas menggunakan BBM jenis Pertalite.
Sebelumnya, ia selalu menggunakan Pertamax. Namun kenaikan hampir Rp 4.000 per liter membuatnya terpaksa beralih ke Pertalite yang lebih murah.
"Kalau kenaikannya Rp 2.000 gitu mungkin saya masih berani pakai Pertamax, tapi ini naiknya sangat drastis, jadi terpaksa pindah Pertalite. Padahal sejak motor ini baru saya selalu pakai Pertamax," ungkap Guruh kepada Tribunnews.com, Kamis (11/6/2026).
Padahal belum lama ini, para driver ojol juga baru merasakan dampak kenaikan biaya perawatan kendaraan seperti harga oli.
"Harga oli sekarang Rp 95.000, sebelumnya Rp 70.000, dan saya ganti oli seminggu sekali untuk perawatan," katanya.
Hal ini semakin menghimpit para driver ojol karena biaya pemotongan aplikasi maksimal 8 persen yang dijanjikan pemerintah, belum juga berlaku.
"Belum, belum berlaku sampai hari ini," ungkapnya.
Baca juga: 5 Dampak Harga Pertamax Naik: Kenaikan Barang dan Jasa hingga Potensi Ancaman PHK
Senada dengan Guruh, driver ojol asal Kota Bandung, Jawa Barat, Yusuf, mengaku memilih beralih ke Pertalite untuk menghemat pengeluaran.
Yusuf yang sehari-hari menggunakan Yamaha NMax mengaku sebelumnya selalu mengisi Pertamax.
"Biasanya pakai Pertamax. Sekarang beralih ke Pertalite. Soalnya lumayan naiknya, hampir Rp4.000," ungkap Yusuf di Jalan Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu, dilansir TribunJabar.id.
Yusuf mengaku, sebelumnya ia cukup mengisi bensin sekitar Rp50 ribu per hari saat harga Pertamax masih berada di kisaran Rp13 ribuan per liter.
Baca tanpa iklan