News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Harga BBM Naik

Ramai-ramai 'Turun Kelas' ke Pertalite setelah Harga Pertamax Naik Drastis

Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERTALITE KOSONG - Warga mengantre mengisi bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax di SPBU Jemursari Surabaya Selatan, Rabu (10/6/2026) dampak kosongnya stok BBM berjenis Pertalite. Kenaikan harga Pertamax berdampak pada migrasi massal penggunanya ke Pertalite.

Kini, untuk penggunaan yang sama, biaya yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp70 ribu.

"Dulu biasa isi Rp50 ribu sehari. Sekarang kalau pakai Pertamax bisa Rp70 ribuan. Ya, lumayan hampir Rp20 ribu, bisa buat makan itu," papar dia.

Kurir hingga Karyawan Swasta Juga Beralih

Selain driver online, pilihan beralih ke Pertalite juga diambil karyawati swasta di Jakarta.

Ratna (26), mengaku keberatan dengan harga Pertamax saat ini.

"Menurut saya naiknya ini cukup tinggi ya perbedaannya dari sebelumnya, jadi agak berat juga ya," ujarnya saat ditemui Tribunnews di SPBU Pertamina Jalan Ampera Raya, Rabu.

"Daripada untuk beli Pertamax, sekarang mendingan beli Pertalite. Mulai hari ini, ya kalau nanti Pertamax turun lagi (harganya), beli Pertamax lagi," jelasnya.

Di Medan, Sumatra Utara, antrean jalur pengisian Pertalite di SPBU Pertamina di Jalan Gajah Mada Medan juga mengular setelah harga Pertamax naik, Rabu.

Seorang kurir bernama Hendri Siahaan menyebut kenaikan harga Pertamax juga berdampak untuknya.

"Gimana ya, harga minyak naik, tapi gaji enggak naik. Sementara saya setiap hari jadi kurir yang harus keliling-keliling untuk antar paket."

"Biasanya saya pakai Pertamax, karena motor saya ini lebih enak tarikannya kalau pakai Pertamax. Tapi kalau sudah segitu harganya, ya mending Pertalite," ungkapnya, Rabu, dikutip dari Tribun-Medan.com.

Hendri pun mengaku takut jika harga BBM Pertamax ataupun Pertalite kembali naik.

"Takutnya besok naiknya dadakan. Jadi isi full lah. Biasannya Rp25 ribu udah full meluber. Ini Rp30 ribu baru full. Mudah-mudahan segera turun lagi lah harga minyak ini," jelasnya.

Tanggapan Pengamat

Sementara itu Dosen Fisipol Universitas Negeri Surabaya sekaligus pengamat kebijakan publik dari Masyarakat Kebijakan Publik Indonesia (MAKPI), Dr. Firre An Suprapto, S.AP., mengungkapkan kenaikan ini tidak terlepas oleh lonjakan harga minyak mentah dunia yang menyentuh USD 90 per barel hingga pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Keputusan kenaikan harga ini merupakan koreksi yang tidak terelakkan setelah akumulasi tekanan fiskal mencapai titik kritis," ujar Firre kepada Tribunnews.com, Rabu (10/6/2026).

Namun, lonjakan tajam dalam waktu singkat ini dipastikan membawa efek domino yang luas bagi perekonomian nasional terutama migrasi massal konsumen ke Pertalite.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini