Secara teknis, Nanik bakal mengambil beberapa langkah efisiensi seperti moratorium atau penundaan pembukaan dapur baru.
Selain itu, ia juga merombak ulang terkait penerima manfaat MBG. Nanik menegaskan, nantinya penerima MBG bukan berasal dari siswa dengan latar belakang ekonomi atas.
"Jadi kita lebih arahkan nanti benar-benar pada anak-anak atau penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi," ujarnya.
Terakhir, Nanik bakal melakukan sidak untuk memonitor kualitas dapur-dapur MBG agar berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis) yang sudah ditetapkan.
Sehingga kami akan mengecek apakah dapur-dapur yang sekarang ada ini sesuai dengan juknis atau tidak. Nanti akan kita grading. Misalnya apakah dapur ini bisa 3.000 (penerima), 2.000 atau 1.000 saja itu nanti akan kita kelompok-kelompokkan," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto/Taufik Ismail)
Baca tanpa iklan