Ringkasan Berita:
- Menhub Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa sebagian besar penutupan perlintasan sebidang dilakukan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
- Penataan perlintasan sebidang selama ini jadi salah satu fokus pemerintah karena keberadaannya kerap jadi titik rawan kecelakaan lalu lintas maupun gangguan operasional kereta api.
- Selain 172 perlintasan yang telah ditutup, KAI dan Kementerian Perhubungan juga masih melanjutkan proses penutupan pada ratusan titik lain
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Upaya pemerintah meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api terus dilakukan melalui penataan dan pengurangan jumlah perlintasan sebidang yang selama ini kerap menjadi titik rawan kecelakaan.
Baca juga: Ancaman Pidana bagi Penerobos Palang Pintu Perlintasan Kereta Api, KAI: Kena Denda Rp750.000
Hingga pertengahan 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Kementerian Perhubungan telah menutup ratusan perlintasan sebidang di berbagai wilayah, dengan fokus utama berada di kawasan Jakarta dan sekitarnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari program percepatan peningkatan keselamatan transportasi perkeretaapian yang turut dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, mengatakan perkembangan penanganan perlintasan sebidang menjadi salah satu agenda yang disampaikan kepada Presiden dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, pemerintah mendorong percepatan penataan akses perlintasan kereta api guna meminimalkan risiko kecelakaan yang melibatkan kendaraan maupun pejalan kaki.
"Perlintasan sebidang tadi kita progres, kita update ke beliau bahwa kita harus berprogres cepat untuk perlintasan sebidang ini. Perlintasan sebidang kita udah banyak yang udah kita tutup lah. Ada 172 yang udah tutup," ujar Bobby.
Selain 172 perlintasan yang telah resmi ditutup, KAI dan Kementerian Perhubungan juga masih melanjutkan proses penutupan pada ratusan titik lainnya yang dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan perjalanan kereta api.
"Ada 490 lagi on progress kita tutup. Sisanya itu 1.148, itu nanti sudah mulai untuk progres palang pintu," lanjutnya.
Bobby menjelaskan, untuk perlintasan yang belum ditutup, pemerintah akan memperkuat aspek pengamanan melalui pemasangan palang pintu dan fasilitas pendukung lainnya. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga kelancaran operasional perjalanan kereta api.
Baca juga: Menhub: Tiga Tahun Terjadi 1.058 Kecelakaan Kereta di Perlintasan Sebidang
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa sebagian besar penutupan perlintasan sebidang dilakukan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), yang memiliki tingkat mobilitas dan kepadatan lalu lintas sangat tinggi.
"Ya, yang paling banyaknya Jakarta. Jakarta, Jabodetabek paling banyak. Ada 166," kata Dudy.
Penataan perlintasan sebidang selama ini menjadi salah satu fokus pemerintah karena keberadaannya kerap menjadi titik rawan kecelakaan lalu lintas maupun gangguan operasional kereta api. Selain penutupan akses yang dinilai tidak memenuhi standar keselamatan, pemerintah juga melakukan peningkatan sistem pengamanan pada sejumlah perlintasan yang masih digunakan masyarakat.
Baca tanpa iklan