TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dan memeriksa Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar HP Sitorus, pada Jumat (12/5/2026).
Iskandar diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk mengusut kasus dugaan suap importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi agenda pemanggilan saksi tersebut kepada awak media.
“Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta,” kata Budi kepada para jurnalis di Jakarta, Jumat.
Iskandar Sitorus diketahui bersikap kooperatif dengan memenuhi panggilan tim penyidik.
Ia terpantau telah tiba di Gedung Merah Putih KPK pada pagi hari, tepatnya sekitar pukul 09.33 WIB.
Meski demikian, pihak KPK belum membeberkan secara rinci mengenai materi apa saja yang akan didalami dari kesaksian petinggi IAW tersebut.
Diduga terkait peran Heri Black
Pemeriksaan ini diduga kuat beririsan dengan langkah penyidik KPK yang saat ini tengah fokus mendalami peran pengusaha asal Semarang, Heri Setiyono alias Heri Black.
Sosok yang kerap dijuluki crazy rich Semarang tersebut diduga terafiliasi dengan Blueray Cargo, pihak swasta yang disinyalir memberikan suap kepada oknum Bea Cukai demi memuluskan masuknya barang impor ke wilayah Indonesia.
Keterlibatan Heri Black mulai terendus setelah penyidik lembaga antirasuah melakukan penggeledahan di kediamannya.
Dari penggeledahan tersebut, KPK menyita satu unit kontainer berisi suku cadang kendaraan di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.
Lebih lanjut, Heri Black bersama anak buahnya juga diduga berupaya mengondisikan saksi-saksi yang diperiksa oleh KPK dalam perkara ini.
Duduk perkara kasus
KPK sejauh ini telah menetapkan tujuh orang tersangka dalam pusaran kasus suap Ditjen Bea Cukai.
Para tersangka meliputi unsur pejabat negara dan pihak swasta, yakni Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC periode 2024–Januari 2026 Rizal, Kasubdit Intel P2 Sisprian Subiaksono, Kasi Intelijen Orlando Hamonangan, serta Kasi Intelijen Cukai P2 Budiman Bayu Prasojo.
Sementara dari pihak swasta menjerat pemilik PT Blueray Cargo John Field, ketua tim dokumen importasi Andri, dan Manager Operasional Dedy Kurniawan.
Baca tanpa iklan