Peristiwa ini memicu kontroversi karena dianggap mencederai nilai demokrasi dan kebebasan akademik.
Para pembicara dalam acara itu adalah Menteri ATR/B Nusron Wahid, Wakil Menteri PertSudaryono, dan Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko.
Mahasiswa naik ke panggung, membentangkan spanduktulisan kritik“UGM Menolak Pengkhianat Reformasi”.
Para pejabat segera dievakuasi namun mahasiswa menghadang kendaraan dinas dan menuntut dialog terbuka.
Baca tanpa iklan