"Karena prestige, gengsi dan kebutuhannya mereka yang memang ke mobil tersebut. Kalau kita pendapatan cuma Rp 3 jutaan, nggak mungkin dia butuh Rolls Royce," katanya.
"Tapi, kalau kita pendapatannya sudah Rp 3 miliaran dalam sebulan, pasti arah kebutuhannya sudah beda, guwe nggak mau naik mobil yang lain. Karena kalau mobil-mobil dengan beberapa merk sudah dia punya, kenapa nggak punya Rolls Royce," ia menjelaskan kembali.
Baca tanpa iklan