"Untuk bahan baku karet kita masih analisa kualitas sesuai kebutuhan kami," ungkap Eko.
Di pasar ban lokal, Eko mengatakan pihaknya menggarap kebutuhan ban untuk semua segmen replacement maupun OEM baik kendaraan penumpang hingga niaga termasuk ban untuk kebutuhan segmen tertentu seperti armada tambang dan perkebunan.
"Kami garap segmen general hingga premium. Model premium EcoPoint3 akan segera masuk dalam waktu dekat yang di China penjualannya sangat bagus. Sebentar lagi ban ini masuk ke Vietnam dan Indonesia," beber Eko.
Karakter ban EcoPoint3 ini adalah punya daya cengkeram tinggi, jarak pengereman pendek dan rolling resistance rendah. Hasil pengujian di Eropa ban ini raih peringkat AA. "Ban ini akan masuk ke Indonesia dengan harga kompetitif," janji Eko.
Dia menambahkan, kebutuhan ban baru untuk penggantian ban yang sudah aus karena pemakaian oleh pemilik kendaraan di Indonesia terbilang sangat tinggi. "Kebutuhan ban replacement di Indonesia mencapai 27 juta unit per tahun," kata Eko. (fin)
Baca tanpa iklan