"Hemat saya dengan sistem pemilu one man one vote, pragmatisme itu berguna. Karena kuantitas jadi ukuran kemenangan. Dalam sistem kita, hal itu menjadi wajar."
Hanya saja, dia menyarankan, kalaupun PAN menyasar kuantitas suara yang baik dengan menyasar semua kalangan, kualitas internalnya juga harus diperbaiki kualitasnya.
"Kita juga harus bicara kebaikan demokrasi. Kalau pragmatusme saja, bisa hancur demokratis. Minimal pragmatisme dilakukan masih dalam konteks yang idealis. Jangan hanya pragmatisme material saja," tandas Asep.
Baca tanpa iklan