News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dua Siswa Nilai ASPD-nya Sama, Emang Boleh?

Editor: Pravitri Retno W
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

NILAI ASPD - Dua siswa di DIY, yaitu Tiara Maharani Alvyta dari SMP Negeri 1 Sleman dan Aqila Nur Madani Hasmoko dari SMP Negeri 1 Bantul, berhasil meraih nilai Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah atau ASPD tertinggi. Tiara dan Aqila sukses mendapatkan nilai 100. Keduanya merupakan siswa berprestasi Ganesha Operation.

Layanan Tutorial Service Time (TST) juga memungkinkan siswa untuk berkonsultasi di luar jam belajar, membahas PR atau tugas sekolah, atau mendalami materi ASPD sesuai kebutuhan.

Menjelang ujian, GO mengadakan program responsi yang terjadwal sesuai kalender ujian masing-masing siswa.

Melalui program ini, siswa mengerjakan soal-soal yang relevan dan dibahas secara langsung bersama pengajar.

Untuk memantau perkembangan pemahaman, setiap akhir sesi pembelajaran juga dilengkapi dengan kuis harian yang menjadi indikator evaluasi.

GO menetapkan standar tinggi, di mana setiap siswa didorong untuk meraih nilai 100 sebagai bentuk pembiasaan untuk selalu menargetkan hasil terbaik.

Dengan pendekatan menyeluruh seperti ini, GO membuktikan bahwa nilai sempurna bukan hanya sekadar impian, tetapi hasil dari strategi belajar yang tepat, pengajaran yang berkualitas, dan pendampingan yang berkelanjutan.

Maka, tidak heran jika siswa GO mampu meraih nilai 100 pada ASPD.

Tunggu, Tapi ASPD Itu Apa, sih?

ASPD atau Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah adalah sistem asesmen yang dikembangkan oleh Disdikpora DIY untuk mengukur mutu pendidikan di daerahnya.

Berbeda dari asesmen nasional seperti Ujian Nasional, ASPD dikembangkan khusus untuk konteks lokal, menyesuaikan dengan karakteristik siswa dan kebutuhan sekolah di wilayah Yogyakarta.

ASPD bukan asesmen kelulusan, tetapi berfungsi sebagai alat pemetaan mutu pendidikan yang mencakup literasi, numerasi, dan sains.

Soal-soalnya disusun dalam tiga level, mulai dari penguasaan dasar, penerapan konsep, hingga penalaran tinggi.

Pelaksanaan ASPD dilakukan di dua jenjang sekaligus: SD/MI dan SMP/MTs, termasuk juga satuan nonformal seperti Paket A dan Paket B dan dilaksanakan secara semi-online menggunakan sistem komputer di setiap sekolah.

Namun walau demikian, ASPD tetap memberi perhatian pada aksesibilitas bagi siswa dengan kebutuhan khusus, seperti siswa yang sedang sakit, hingga siswa dengan kasus hukum tetap diberi kesempatan untuk mengikuti asesmen melalui berbagai skema, termasuk pendampingan, penggunaan screen reader, atau pelaksanaan berbasis kertas.

Lalu, Apa Hubungannya dengan SPMB?

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini