News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ketika Bandung Menjadi Lautan Api, Apa yang Terjadi?

Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BANDUNG LAUTAN API - Peringatan Bandung Lautan Api jadi simbol keberanian rakyat yang rela berkorban demi mempertahankan kemerdekaan bangsa.

TRIBUNNEWS.COM - Setiap tanggal 24 Maret, masyarakat Indonesia memperingati salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, yaitu Bandung Lautan Api.

Peristiwa ini bukan sekadar kisah tentang kobaran api yang membakar sebuah kota, tetapi juga menjadi simbol semangat pantang menyerah, keberanian, dan tekad rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diraih.

Bandung Lautan Api merupakan peristiwa pembakaran besar yang terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat, pada masa Revolusi Nasional Indonesia.

Peristiwa ini dikenal sebagai taktik bumi hangus, yaitu strategi menghancurkan wilayah sendiri agar tidak dapat digunakan oleh pihak musuh.

Langkah besar tersebut dilakukan agar pasukan sekutu dan tentara NICA Belanda tidak dapat memanfaatkan Kota Bandung sebagai markas militer.

Akibatnya, sebagian wilayah kota berubah menjadi lautan api yang menyala sepanjang malam, menciptakan pemandangan dramatis yang kemudian dikenal sebagai peristiwa Bandung Lautan Api.

Baca juga: 50 Ucapan Mengenang Peristiwa Bandung Lautan Api 23 Maret 1946

Latar Belakang Terjadinya Bandung Lautan Api

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tahun 1945, situasi di berbagai daerah masih belum sepenuhnya aman.

Pasukan sekutu datang ke Indonesia dengan alasan melucuti tentara Jepang, namun kedatangan mereka juga dibarengi dengan upaya Belanda untuk kembali menguasai wilayah Indonesia.

Kondisi ini membuat ketegangan meningkat di berbagai kota, termasuk Bandung.

Pada 12 Oktober 1945, pasukan Inggris yang dipimpin oleh Brigadir MacDonald tiba di Bandung.

Mereka kemudian menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat saat itu, Mr. Mohammad Djamin atau Datuk Djamin, agar seluruh senjata yang ada di Bandung diserahkan kepada pihak Sekutu, kecuali senjata milik Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Selain itu, pasukan sekutu juga membebaskan para tentara Belanda yang sebelumnya ditahan.

Ketegangan terus meningkat hingga pada malam 24 November 1945, pasukan TKR bersama berbagai badan perjuangan melancarkan serangan terhadap markas-markas sekutu di wilayah Bandung Utara.

Beberapa lokasi penting yang menjadi sasaran antara lain Hotel Homan dan Hotel Preanger yang saat itu dijadikan markas besar pasukan Sekutu.

Tidak lama setelah peristiwa tersebut, pihak Sekutu kembali mengeluarkan ultimatum baru yang menuntut agar seluruh senjata, termasuk milik TKR, diserahkan kepada mereka.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini