TRIBUNNEWS.COM - Contoh soal tes substantif PPG Prajabatan tahun 2025 bidang studi Bahasa Indonesia di bawah ini dapat digunakan sebagai bahan berlatih sebelum menghadapi ujian.
Pendidikan Profesi Guru Prajabatan atau PPG Calon Guru Tahun 2025 bidang studi Bahasa Indonesia adalah program pemerintah untuk menyiapkan calon guru Bahasa Indonesia yang profesional dan kompeten.
Hasil dari program PPG Prajabatan 2025 adalah calon guru yang bersertifikat pendidik, dimana sertifikat pendidik merupakan salah satu syarat untuk mengikuti rekrutmen guru pada instansi yang membutuhkan guru.
Untuk mengikuti PPG Prajabatan 2025, para peserta yang berasal dari lulusan Bahasa Indonesia wajib menjalani beberapa tahapan tes, satu di antaranya Tes Substantif yang dijadwalkan pada 12-15 November 2025.
Tes Substantif terdiri dari dua jenis yaitu Tes Penguasaan Bidang serta Tes Kemampuan Dasar Literasi dan Numerasi untuk menyeleksi kompetensi bidang studi serta Literasi dan Numerasi para pendaftar.
Ada 100 soal Tes Substantif PPG Prajabatan 2025 yang terdiri dari 15 soal Tes Kemampuan Dasar Literasi, 15 soal Tes Kemampuan Dasar Numerasi, serta 70 soal Tes Penguasaan Bidang.
Peserta tes substantif PPG Prajabatan memiliki waktu 110 menit untuk mengerjakan tes bidang studi, dan 60 menit tes literasi dan numerasi.
Teknis pelaksanaan tes substantif bidang studi Bahasa Indonesia menggunakan aplikasi Computer Assisted Test Asesmen Nasional Berbasis Komputer (CAT ANBK).
Soal Tes Substantif PPG Prajabatan 2025 Bidang Studi Bahasa Indonesia
Ada 100 soal Tes Substantif PPG Prajabatan 2025 yang terdiri dari 15 soal Tes Kemampuan Dasar Literasi, 15 soal Tes Kemampuan Dasar Numerasi, serta 70 soal Tes Penguasaan Bidang.
Merangkum dari E-Book Sukses PPG Prajabatan, berikut 100 soal berupa pilihan ganda Tes Substantif PPG Prajabatan 2025 bidang studi Bahasa Indonesia, lengkap dengan kunci jawaban sebagai bahan latihan.
Tes Kemampuan Dasar Literasi
Bacalah teks di bawah ini untuk menjawab soal nomor 1-5
Mengisi waktu luang bagi anak perlu diperhatikan oleh orang tua. Bagaimanapun, semua anak memiliki potensi dan bakat yang dimiliki. Sebagian dari mereka mengisi waktu luang dengan mengasah potensi dan bakatnya melalui les keterampilan atau bakat, seperti les piano, berenang, les memasak, dan sebagainya. Namun, tak jarang juga orang tua lebih menekankan waktu luang bagi anak diisi dengan belajar pelajaran sekolah. Banyak orang tua yang khawatir jika anak terlalu banyak mengasah bakat akan mengganggu akademik anak- anak mereka di sekolah.
Berkaitan dengan hal ini seorang peneliti melakukan riset pada anak-anak di suatu kota bagi anak yang aktivitas di waktu luang yang diisi dengan les/kursus dengan anak yang tidak diisi dengan les/kursus. Tujuan riset ini adalah untuk mengetahui apakah aktivitas les/kursus bakat di waktu luang berpengaruh nilai akademik di sekolah.
Baca juga: 100 Soal Tes Substantif PPG Prajabatan 2025 Bidang Studi PGSD Dilengkapi Kunci Jawaban
Berikut adalah hasil riset yang disajikan dalam tabel.
| Tipe anak | Jumlah | Rata-rata nilai akademik |
| Les piano | 25 | 90 |
| Les berenang | 30 | 85 |
| Les memasak | 50 | 90 |
| Les Bela diri | 60 | 80 |
| Tidak les bakat | 40 | 80 |
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata nilai akademik anak-anak yang tidak les bakat justru lebih rendah daripada anak-anak yang les bakat. Ketika melakukan wawancara terbuka, ternyata anak-anak yang melakukan les bakat justru terbiasa lebih produktif dalam mengisi waktu. Meskipun sebagian waktu mereka digunakan untuk mengasah bakat, mereka pun tetap belajar pelajaran di sekolah. Jika anak terbiasa produktif tentu akan sangat membantu masa depannya. Semenetara itu, anak-anak yang tidak les bakat dalam mengisi waktu luang tidak sepenuhnya digunakan untuk belajar. Banyak di antara mereka justru menghabiskan waktu dengan bermain gawai.
Baca tanpa iklan