TRIBUNNEWS.COM – Buku pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 247 bab 10.
Salah satu materi yang dibahas pada buku pelajaran buku pelajaran Pendidikan Agama Islam 2 SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 247, karangan Henry Nugroho, dkk. terbitan Kemdikbud Ristek tahun 2021 yakni Kisah Ayah Para Nabi.
Kisah Ayah Para Nabi adalah gelar yang diberikan untuk Nabi Ibrahim a.s. dalam tradisi Islam.
Gelar ini diberikan karena Nabi Ibrahim a.s. adalah leluhur dari banyak nabi yang datang setelahnya, baik dari garis keturunan Ishaq (Isaac) maupun Ismail (Ishmael).
Dengan memahami peran malaikat, manusia diingatkan untuk senantiasa menjaga amal perbuatan dan taat kepada Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Pada latihan soal kali ini, siswa diminta menjawab pertanyaan terkait aktivitas yang ada dalam halaman tersebut.
Sebagai catatan, sebelum melihat kunci buku pelajaran Pendidikan Agama Islam 2 SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 247 siswa diminta untuk terlebih dahulu menjawab soal secara mandiri.
Kunci jawaban ini digunakan sebagai panduan dan pembanding oleh orang tua untuk mengoreksi pekerjaan anak.
Baca juga: Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Kelas 2 SD/MI Kurikulum Merdeka Hal 194: Pengayaan
Jawaban Pendidikan Agama Islam 2 SD/MI Kurikulum Merdeka Halaman 247
Ceritakan kembali dakwah Nabi Ibrahim a.s. dengan bahasamu!
Jawaban :
Setelah dewasa, Nabi Ibrahim a.s. kembali ke tanah kelahirannya di Babilonia. Di sana, sebagian besar masyarakat menyembah berhala, termasuk ayahnya sendiri, yang bekerja sebagai pembuat berhala.
Nabi Ibrahim a.s. merasa prihatin karena orang-orang di sekitarnya menyembah benda-benda yang tidak bisa memberi manfaat maupun mudarat.
Dengan penuh kesabaran, Nabi Ibrahim a.s. mulai berdakwah. Ia mengajak ayahnya dan masyarakat untuk meninggalkan penyembahan berhala dan kembali menyembah Allah Swt., Tuhan Yang Maha Esa, yang menciptakan langit, bumi, dan seluruh makhluk. Namun, ajakan Nabi Ibrahim a.s. ditolak.
Ayahnya sendiri tidak mau meninggalkan pekerjaannya sebagai pembuat berhala, dan masyarakat Babilonia menganggap Nabi Ibrahim a.s. aneh bahkan gila karena menentang tradisi yang mereka yakini sejak lama.
Untuk menunjukkan kebenaran ajarannya, Nabi Ibrahim a.s. melakukan sebuah tindakan tegas. Ia menghancurkan semua berhala yang ada di rumah berhala masyarakat, kecuali berhala terbesar.
Baca tanpa iklan