Ringkasan Berita:
- Kemendikdasmen resmi memperbarui jadwal TKA SD dan SMP 2026, termasuk perubahan waktu pengolahan hasil dan pengumuman nilai menjadi 26 Mei 2026.
- TKA merupakan asesmen nasional nonkelulusan yang berfungsi memotret capaian belajar murid dan menjadi dasar perbaikan pembelajaran, bukan untuk pemeringkatan.
- Hasil TKA SD–SMP 2026 dimanfaatkan sebagai data diagnosis pendidikan, termasuk sebagai salah satu pertimbangan jalur prestasi dalam SPMB sesuai kebijakan pemerintah daerah.
TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mengumumkan perubahan jadwal pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2026.
Penyesuaian ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan pelaksanaan asesmen berjalan lebih matang, akurat, dan mampu memberikan gambaran nyata tentang capaian belajar peserta didik.
TKA merupakan asesmen nasional yang dirancang untuk memotret kemampuan akademik murid pada tahap tertentu dalam proses pembelajaran.
Berbeda dengan ujian kelulusan, TKA tidak menentukan naik kelas maupun kelulusan siswa.
Sebaliknya, asesmen ini berfungsi sebagai alat diagnosis pendidikan yang membantu sekolah, pemerintah daerah, dan pembuat kebijakan memahami kondisi riil kompetensi peserta didik, sehingga perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Pada jenjang SD dan SMP, TKA juga disinergikan dengan Asesmen Nasional (AN), dengan pendekatan penilaian yang disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa.
Hasil TKA tidak digunakan untuk pemeringkatan individu, melainkan untuk membaca pola capaian belajar secara keseluruhan.
Sementara itu, informasi terbaru terkait jadwal TKA SD dan SMP 2026 diumumkan melalui akun Instagram resmi @litbangdikbud, yang merilis rangkaian jadwal lengkap mulai dari tahap pendaftaran hingga pengumuman hasil.
Dalam pembaruan ini, terdapat perubahan penting terutama pada waktu pengolahan hasil dan jadwal pengumuman nilai TKA.
Sebelumnya, hasil TKA dijadwalkan diolah pada 18–23 Mei 2026 dan diumumkan pada 24 Mei 2026.
Namun, berdasarkan jadwal terbaru, proses pengolahan hasil dimundurkan menjadi 20–24 Mei 2026, sementara pengumuman hasil resmi dilakukan pada 26 Mei 2026.
Baca juga: Cara Mencoba Link Simulasi TKA untuk SD dan SMP 2026, Lengkap dengan Contoh Soalnya
Rangkaian Jadwal Terbaru TKA SD–SMP 2026
Berikut jadwal lengkap TKA SD dan SMP tahun 2026 yang telah diperbarui:
- Pendaftaran: 19 Januari – 28 Februari 2026
- Simulasi TKA SMP: 23 Februari – 1 Maret 2026
- Simulasi TKA SD: 2 – 8 Maret 2026
- Gladi Bersih: 9 – 17 Maret 2026
- Pelaksanaan Utama TKA SMP: 6 – 16 April 2026
- Pelaksanaan Utama TKA SD: 20 – 30 April 2026
- Pelaksanaan Susulan: 11 – 19 Mei 2026
- Pengolahan Hasil: 20 – 24 Mei 2026
- Pengumuman Hasil: 26 Mei 2026
Kelanjutan Pelaksanaan TKA Tahun Sebelumnya
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pelaksanaan TKA SD dan SMP tahun 2026 merupakan kelanjutan dari TKA 2025 yang sebelumnya diterapkan pada jenjang SMA, SMK, MA, dan Paket C pada November 2025.
Pelaksanaan TKA pada jenjang tersebut mencatat partisipasi lebih dari 82 persen satuan pendidikan sasaran, dengan tingkat kehadiran murid mencapai 98,56 persen.
Menurut Abdul Mu’ti, TKA tidak dimaksudkan sebagai ujian kelulusan dan tidak bersifat wajib.
Kehadirannya bertujuan untuk memberikan gambaran nyata mengenai capaian akademik peserta didik.
“TKA bukan ujian kelulusan dan tidak bersifat wajib. Kehadirannya dimaksudkan untuk membantu satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan memahami kondisi riil capaian akademik murid agar perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secara lebih terarah,” ujar Abdul Mu’ti, dikutip dari puslapdik.kemendikdasmen.go.id.
Ia juga menjelaskan bahwa pada jenjang SD dan SMP, TKA akan diselaraskan dengan Asesmen Nasional (AN), dengan pendekatan penilaian yang disesuaikan dengan tahap perkembangan peserta didik.
TKA sebagai Instrumen Diagnostik Pendidikan
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa TKA dirancang memiliki tiga fungsi utama, yaitu assessment of learning untuk memotret capaian belajar, assessment for learning sebagai dasar perbaikan pembelajaran, serta assessment as learning yang menjadi bagian dari sistem penilaian pendidikan secara menyeluruh.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharuddin, menyampaikan bahwa TKA berfungsi sebagai alat diagnosis nasional untuk membaca kemampuan akademik murid secara lebih adil, kontekstual, dan berkelanjutan.
“Data TKA menjadi titik awal untuk perbaikan, bukan titik akhir. Hasilnya akan digunakan untuk memperkuat pembelajaran mendalam, penyempurnaan kurikulum, serta peningkatan kualitas proses belajar-mengajar,” kata Toni.
Melalui pelaksanaan TKA SD dan SMP 2026, pemerintah berharap fondasi pembelajaran peserta didik dapat diperkuat sejak dini dan peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan secara sistemik.
Pemanfaatan Hasil dan Antisipasi Kendala Teknis
Toni juga menegaskan bahwa hasil TKA jenjang SD dan SMP akan dimanfaatkan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya pada jalur prestasi.
Meski demikian, besaran pemanfaatan nilai TKA diserahkan kepada kebijakan masing-masing pemerintah daerah.
“Pengaturan porsinya ada di daerah. Secara regulasi tidak berubah, sehingga pemda dapat menyesuaikan dengan kebijakan lokal,” jelasnya, dikutip dari menpan.go.id.
Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, BSKAP telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi potensi kendala teknis, seperti gangguan listrik dan jaringan internet akibat cuaca ekstrem.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pelaksanaan ujian susulan bagi satuan pendidikan yang mengalami hambatan.
Selain itu, BSKAP juga melakukan evaluasi terhadap durasi pengerjaan soal.
Untuk jenjang SD dan SMP, waktu pengerjaan diperpanjang dengan tingkat kesulitan soal yang telah melalui proses uji coba.
“Hasil asesmen dapat dipetakan per wilayah melalui dasbor, bukan untuk pemeringkatan, tetapi untuk melihat kondisi riil kompetensi dan menjadi dasar perbaikan pembelajaran,” pungkas Toni.
(Tribunnews.com/Farra)
Artikel Lain Terkait Tes Kemampuan Akademik
Baca tanpa iklan