Mereka adalah para guru yang tetap mengajar di kelas, sembari meningkatkan kualifikasi akademik dan menjalani peran keluarga. Fleksibilitas sistem pembelajaran UT memungkinkan semuanya berjalan beriringan. Menteri Pendidikan Timor-Leste menyambut baik hal tersebut dan berharap kolaborasi dengan UT terus diperkuat untuk mendorong peningkatan kualitas guru di negaranya.
Baca juga: Bukan hanya Fleksibel, Sejumlah Prodi Universitas Terbuka Kembali Raih Akreditasi Unggul
Sentuhan Penyemangat di SALUT An-Nur
Di tengah padatnya agenda diplomasi dan kerja sama kelembagaan, Universitas Terbuka menegaskan bahwa layanan pendidikan di tingkat akar rumput tetap menjadi prioritas. Komitmen tersebut tercermin ketika Rektor UT bersama Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Bisnis menjadikan Sentra Layanan UT (SALUT) An-Nur sebagai bagian penting dalam rangkaian kunjungan kerja di Kota Dili.
Kunjungan ini membuka ruang dialog sekaligus penguatan bagi para pengelola SALUT yang berada di garis terdepan pelayanan pendidikan. UT memandang SALUT bukan sekadar unit layanan, melainkan simpul strategis yang menghubungkan masyarakat Timor-Leste dengan akses pendidikan tinggi yang inklusif, fleksibel, dan berkelanjutan.
Rangkaian kunjungan kerja selama empat hari ini merangkum satu pesan utama: Universitas Terbuka hadir melampaui batas geografis dan administratif. Melalui pendidikan sebagai medium soft diplomacy, UT terus membuka peluang belajar bagi siapa pun, di mana pun, serta mengajak lebih banyak pihak untuk mengambil peran dalam membangun masa depan pendidikan yang setara di tingkat regional.
Baca juga: Bantu Pemulihan Pascabencana, UT Perkuat Dukungan Sosial dan Pendidikan di Sumatra
Baca tanpa iklan