3. Pembelajaran yang Kreatif & Inovatif
Menggunakan metode berpikir yang kreatif dan inovatif dalam pemecahan masalah seperti design for change atau design thinking.
4. Dialog & Komunikasi Terbuka
Menerapkan komunikasi welas asih (compassionate communication) yang mengutamakan koneksi sebelum koreksi.
5. Evaluasi Berbasis Proses
Menggunakan metode evaluasi yang tidak hanya fokus pada hasil akademis, tetapi juga pada perkembangan karakter dan penerapan nilai-nilai cinta dalam kehidupan sehari-hari.
Informasi lengkap terkait pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta 2026 dapat dipantau di Instagram @pintar.kemenag dan website pintar.kemenag.go.id
(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)
Baca tanpa iklan