Jokowi-Ma'ruf 47,2 persen dan Prabowo-Sandiaga 39,5 persen.
"Kalau melihat kecenderungan trend survei, tetap Jokowi yang unggul. Di (hasil) survei itu kan nyaris tidak ada pergerakan signifikan melampaui elektabilitas Jokowi, terutama survei-survei yang dikeluarkan oleh lembaga yang secara reguler melakukan survei. Bukan lembaga survei yang hanya muncul 5 tahun sekali," kata Adi.
Merujuk data itu, Adi Prayitno berpendapat, hasil Pilpres 17 mendatang tidak akan jauh berbeda dari kebanyakan hasil survei.
"Kalaupun ada kecenderungan berubah, berubahnya tidak akan terlalu banyak. Misalnya diprediksi menang 10-15 persen, kalaupun toh error, (margin error) survei itu kan 4 persen. Paling jatuhnya menang 10-11 persen. Itu margin error yang masih bisa ditoleransi," jelas Adi Prayitno.
Baca tanpa iklan