News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sektor Properti Rebound, Harga Rumah Tapak Naik Terus

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Contoh rumah tapak yang akan dibangun sebanyak 100 unit dengan DP Rp 0 di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Sektor Properti Rebound, Harga Rumah Tapak Naik Terus

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Optimisme pasar terus meningkat seiring dengan membaiknya penanganan pandemi Covid-19 dan program vaksinasi yang semakin merata di berbagai daerah Indonesia. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Kuartal II/2021 mencatat pertumbuhan sektor properti mencapai 2,82 persen. 

Sektor ini berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional hingga 7,07 persen.

Country Manager Rumah.com Marine Novita menuturkan segmen rumah tapak (landed house) terus mencatatkan kenaikan value.
 
Kenaikan indeks harga ini sesuai dengan publikasi Indonesia Property Market Index Q3/2021. 

“Indikasi ini menunjukan telah terjadi rebound atau peningkatan harga properti setelah sebelumnya mengalami penurunan dampak terganggunya aktivitas bisnis akibat pandemi Covid-19,” katanya dikutip, Kamis (21/10/2021).

Indeks harga properti mengalami kenaikan 2,24 persen dibandingkan kuartal sebelumnya atau 1,97 pesen secara tahunan.

Baca juga: Rumah Murah di Depok, Harga Mulai Rp 180 Jutaan, Berikut Rekomendasinya

“Rumah tapak juga menunjukan tren peningkatan yang sangat baik khususnya untuk wilayah di Bodetabek yang mencapai 6,2 persen sementara di Jakarta 3,9 persen,” ucap Marine.

Pengembang properti PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) mengadakan launching produk landed house yang membuat kinerja pra-penjualannya tumbuh signifikan. 

Penjualan Cendana Homes Series di Lippo Karawaci hingga saat ini menjadi produk unggulan, awalnya dimulai sejak pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia di akhir Q1/2020.

Rumah tapak fully furnished jadi tren baru hunian di kawasan penyangga Jakarta (Istimewa)

CEO LPKR John Riady menyebut bahwa rumah tapak diminati segmen market milenial. 

“Target market kami adalah kaum milenial yang smart dalam melakukan perhitungan investasi dan pembelian aset. Kami melakukan market research agar dapat men-develop produk yang tepat sasaran,” jelas John.
 
Menurutnya, pemerintah melalui berbagai regulasi dan stimulus terhadap sub sektor properti mendukung terciptanya golden age of home ownership yang terbukti dengan meningkatnya permintaan pasar dari segmen first time home buyer. 

Dalam rentang waktu tahun 2020 hingga sekarang LKPR telah berhasil menjual lebih dari 4.000 unit landed house dengan rata-rata kenaikan price value 10-20 persen.
 
“Kami optimis LPKR akan dapat meraih target Rp4,2 triliun hingga akhir tahun 2021 pungkasnya.

Baca juga: Simak, Faktor Penting Berinvestasi Properti di Masa Kini

Faktor Penting Berinvestasi Properti di Masa Kini

Meski ekonomi Indonesia belum sepenuhnya pulih akibat pandemi, tapi pertumbuhan secara makro mengarah ke perbaikan, sehingga memberikan angin segar untuk berinvestasi di sektor properti.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini